KEPANJEN – Kambing etawa ras kaligesing menjadi salah satu jenis kambing yang diunggulkan. Harga jualnya fantastis, jauh mengungguli harga kambing lokal. Untuk anakan atau cempe dibanderol Rp 1,2 juta sampai Rp 2,5 juta per ekor. Sedangkan harga kambing dewasa menembus Rp 20 juta per ekor. Sementara untuk harga anakan kambing lokal berkisar Rp 600 ribu sampai Rp 1,5 juta per ekor.
Tingginya harga itulah yang membuat kelompok peternak (poknak) rojokoyo berkah rajin merawat kambing etawa ras kaligesing. “Kalau kualitas, secara umum ras kaligesing memang relatif unggul, sehingga harganya lebih tinggi,” ucap Anggota Poknak Rojokoyo Berkah Andri Herdianto sembari menunjukkan hewan piaraannya di Kandang Sumber Brantas Farm kemarin (23/1).
Dia mengatakan, kambingnya yang ditawar Rp 20 juta lebih tersebut merupakan pejantan yang diunggulkan oleh kelompok. Mereka biasa menyebutnya pejantan pemacek atau pejantan produktif. Beratnya bisa mencapai lebih dari 50 kilogram. Bulunya panjang, utamanya di bagian leher. “Kambing ini pernah ditawar Baim Wong Rp 15 juta, tapi menurut kami masih kurang,” kata Andri.
Secara postur, dia mengatakan, kambing etawa memang lebih besar dibanding kambing lokal. Hanya saja, perawatannya membutuhkan ketelatenan dan ketekunan. Dari segi makanan saja misalnya, kambing etawa membutuhkan lebih banyak jenis ramban (tanaman hijau), bukan jenis rumput liar.
Kambing itu juga pernah ikut kontes kambing. Beberapa hal yang dilombakan meliputi postur, ekor, bulu, dan lain-lain. Oleh karena itu, harga keturunan kambing itu juga mahal. Untuk anakan saja bisa seharga Rp 5 juta per ekor, melebihi harga kambing lokal dewasa yang bisanya berkisar antara Rp 2 juta sampai Rp 5,4 juta per ekor. (yun/dan).
Editor : Mahmudan