KEPANJEN - Meski curah hujan tinggi sepanjang Januari lalu, tapi masih saja ada kebakaran.
Damkar Kabupaten Malang mencatat terdapat dua kejadian kebakaran di Bumi Kanjuruhan.
“Kejadiannya ada dua. Kebakaran pertama pada bulan Januari berada di Kecamatan Tumpang, kemudian yang kedua di Wonosari,” papar Komandan Peleton (Danton) Damkar Satpol PP Kabupaten Malang Syaiful Anwar kemarin (3/2).
Dibanding Januari 2024 lalu, angka kasus kebakaran tahun ini lebih sedikit.
Sebab Januari 2024 lalu Damkar menangani 14 kejadian kebakaran.
Faktor musim hujan menjadi penyebab penurunan jumlah kejadian tersebut.
Dalam kejadian paling terakhir, yakni 24 Januari lalu, sebuah rumah di Desa Plandi, Kecamatan Wonosari hangus dilalap si jago merah.
Rumah milik Khoirul Musoni, 45, itu terbakar pada pukul 19.00.
Saat itu juga terpantau sedang turun hujan di wilayah Kecamatan Wonosari.
Kebakaran dipicu api puntung rokok dari pemilik rumah yang belum dimatikan.
“Puntung rokoknya dibuang sembarangan. Pemilik rumah tinggal sendirian dan menderita gangguan jiwa,” ungkap Syaiful.
Sedangkan kebakaran sebelumnya ada terjadi di Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang pada 9 Januari lalu.
Rumah milik Sujiwo, 65, itu terbakar karena aktivitas memasak air di atas tungku kayu bakar yang ditinggal.
Dari dua kejadian tersebut, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 150 juta.
Tak ada korban luka maupun jiwa.
Semuanya murni disebabkan kelalaian manusia.
Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat lebih waspada dan hati-hati.
“Kesadaran bahaya kebakaran itu yang harus ditingkatkan.
Mencegah itu lebih baik menanggulangi kejadian kebakaran,” katanya.
Beberapa langkah pencegahan bisa dilakukan.
Di antaranya mematikan listrik yang tidak diperlukan, jangan meninggalkan rumah ketika memasak dan api dalam kondisi menyala, dan jauhkan posisi tabung gas dari kompor elpiji.
Sedangkan yang memakai kayu bakar, jangan menumpuk kayu bakar dekat dengan tungkunya. (biy/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana