PAKIS - Dalam dua hari, 6-7 Mei lalu, polisi disibukkan dengan penemuan mayat.
Selasa lalu (6/5) ada mayat di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, kemudian kemarin (7/5) di Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis.
Keduanya meninggal diduga akibat sakit.
Kejadian terbaru di sebuah rumah kontrakan di Dusun Krajan, Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis sekitar pukul 09.30 kemarin.
Korban diketahui bernama Abdul Wahid, 48.
”Yang bersangkutan tinggal sendirian di rumah kontrakan. Istrinya sudah bercerai dan korban sudah lama sakit-sakitan,” ujar Kapolsek Pakis AKP Suyanto kemarin.
Pihaknya menduga korban sakit-sakit berdasar informasi tetangga.
Selama ngontrak, korban sering meminta tolong tetangganya, Nunuk Rumingsih, 48, untuk membelikan makanan.
Sekitar dua jam sebelum ditemukan meninggal, Nunuk mendengar suara korban seperti mendengkur.
Nunuk kemudian meminta tolong ke tetangga lain bernama Zarotul M Zaenul, 48, untuk mengecek apa yang terjadi.
“Ketika dicek oleh tetangga lainnya, korban sudah tergeletak di karpet dengan bekas muntahan di sampingnya. Zarotul langsung melapor ke perangkat desa setempat,” imbuh mantan Kapolsek Jabung tersebut.
Evakuasi korban ke Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSSA baru dilakukan sekitar pukul 11.40.
Saat itu polisi masih mencari apakah ada tanda tanda bekas kekerasan di tubuh korban, namun akhirnya disimpulkan tidak ada kekerasan.
Sehari sebelumnya, Selasa lalu (6/5) polisi menerima laporan temuan mayat di Jalan Plasemen, Desa Jati kerto, Kecamatan Kromengan.
Korban lansia dike tahui bernama Siono, 62.
Ketika ditemukan, kondisi mayat sudah membusuk.
”Diperkirakan sudah meninggal antara tiga sampai empat hari sebelum ditemukan. Jadi sudah membusuk,” kata Kapolsek Kro mengan AKP M. Sochib.
Sochib mengatakan, penemuan mayat tersebut diawali dengan bau busuk yang merebak dari rumah korban.
Sunyono, 47, yang waktu itu lewat seketika berbelok ke rumah korban dan mengetuk-ngetuk pintu, tapi tidak ada jawaban.
Sunyono berteriak minta tolong ke warga akan kecurigaan bahwa Siono meninggal di dalam.
Ketika pintu rumah terbuka setelah dibuka paksa, warga langsung melihat jenazah korban di kamar mandi.
”Kondisinya tertelungkup, badannya sudah menghitam. Kami mendapati tidak ada tanda tanda kekerasan,” imbuh dia. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho