KABUPATEN – Terungkap sudah penyebab 38 siswa MTs Al-Khalifah keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sebulan lalu. Berdasar hasil uji laboratorium kemarin, ditemukan zat nitrit dan bakteri E-Coli dalam MBG.
Proses pengujian sampel makanan dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya. Sampel dikirim di hari yang sama setelah laporan keracunan. Masa pengujian membutuhkan waktu sebulan untuk memastikan senyawa dan bakteri yang terurai benar-benar akurat.
”Nitrit bisa menimbulkan mual-mual bagi yang tidak tahan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang drg Wiyanto Wijoyo kemarin.
Makanan yang mengandung nitrit bisa disebabkan pemilihan bahan baku yang kurang tepat. Misalnya sayur yang tidak fresh dan penyimpanan serta pengolahannya tidak tepat.
Menurutnya, pemilihan bahan yang kurang cermat karena sedang memasak dalam jumlah besar. Kemungkinan saat itu tahu yang ditumpuk dalam jumlah besar sebagian ada yang busuk. Untuk orang yang imunitasnya sedang rendah, risiko mual lebih mudah dirasakan.
Selain itu, dinkes juga menemukan sebagian siswa meminum susu kemasan sebelum menyantap menu MBG. Itu juga bisa menjadi pemicu rasa mual ketika kondisi tubuh tidak sehat. Ditambah ada bakteri e-coli dari air yang digunakan untuk memasak yang semakin menambah kemungkinan keracunan.
Di pihak lain, Sekretaris Satu Satgas MBG Kabupaten Malang Mahila Surya Dewi memaparkan, pihaknya akan memberi pembinaan khusus bagi penjamah makanan. Bentuknya melalui pelatihan dan sertifikasi petugas dapur dan memastikan makanan diolah dengan bahan baku yang aman. “Kami juga melakukan pengawasan dan audit secara berkala, seperti mengecek kepatuhan SPPG dan menutup sementara ketikan terjadi pelanggaran berat,” terang Mahila. Sesaat setelah keracunan terjadi, SPPG yang memasok makanan tersebut langsung ditutup, namun sekarang sudah dibuka lagi.(aff/dan)
Editor : A. Nugroho