”Jika berkaca pada sistem informasi HIV/AIDS (SIHA), dominasi usia ODHA ada di kisaran 25 sampai 49 tahun. Itu cukup menjelaskan bahwa kelompok usia produktif yang mendominasi,” tutur Kepala Dinkes Kota Batu drg Kartika Trisulandari. Pihaknya juga mencatat di tahun ini ada tiga penderita HIV/AIDS yang telah meninggal.
Sementara soal stok obat antiretroviral (ARV) untuk ODHA di Kota Batu, Kartika memastikan bila saat ini masih aman. Stoknya masih mencukupi hingga tiga bulan ke depan. Sebab saat ini masih ada 894 botol ARV yang tersedia untuk ODHA. ”Prediksi kami malah stok itu bisa untuk cadangan dua bulan setelahnya. Jadi bisa digunakan sampai lima bulan ke depan,” tuturnya. Selama ini, Kartika menyebut ada tiga langkah yang dilakukan pihaknya untuk meminimalisir penularan HIV/AIDS. Yakni dengan kegiatan promotif, preventif, serta perbaikan sarana dan kualitas layanan.
Kegiatan promotif dilakukan berupa penyuluhan, pembagian leaflet, dan menyebarkan informasi mengenai HIV/AIDS ke masyarakat. Terutama remaja, karena usia remaja merupakan masa penting dalam pembentukan cara pikir dan perilaku. ”Kalau kegiatan preventif atau pencegahan berupa skrining populasi kunci. Seperti ibu hamil, pasien tuberculosis, pasien infeksi menular seksual (IMS), pekerja seks, waria dan pengguna narkotika,” tambah Kartika.
Upaya preventif juga dilakukan dengan menerapkan sistem LKB (Layanan Komprehensif Berkesinambungan). Di mana pasien tes HIV/ AIDS yang ditemukan positif akan dilanjutkan hingga ke pengobatan, konseling, dan dukungan moril. ”Kami juga mengupayakan untuk perbaikan sistem pelayanan,” tambahnya. Ke depan, bakal ada layanan one stop service. Teknisnya, penderita ko-infeksi tuberculosis (TB) dan HIV/AIDS bisa mendapatkan pelayanan atau pengobatan TB dan HIV sekaligus.
Sebagaimana diberitakan, kelonggaran aturan soal protokol kesehatan (prokes) menghadirkan sejumlah fakta baru yang patut diwaspadai. Salah satunya terkait penyebaran HIV/AIDS. Sejak bulan Januari hingga April lalu, Dinas Kesehatan (Dinkes) dari tiga daerah di Malang raya mencatat adanya tren peningkatan kasusnya. Bila ditotal, ada 244 kasus baru HIV/AIDS di Malang Raya . Yang paling menonjol di Kota Malang. Sebab, selama empat bulan saja, tepatnya Januari sampai April, Dinkes Kota Malang telah mengidentifikasi adanya 153 penderita HIV/AIDS baru. (mel/fin/fif/by) Editor : Mardi Sampurno