Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

196 Ribu Peserta BPJS Malang Idap Diabetes

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Jumat, 17 November 2023 | 19:00 WIB

 

 

UTAMAKAN PENCEGAHAN: Layanan BPJS Kesehatan di RS Lavalette
UTAMAKAN PENCEGAHAN: Layanan BPJS Kesehatan di RS Lavalette

MALANG RAYA - Diabetes mellitus menjadi penyakit terbanyak kedua yang dikeluhkan peserta BPJS Kesehatan Malang. Total ada 196.761 peserta yang mengidap penyakit gula tersebut. Di atasnya ada penderita hipertensi, yang menurut pendataan BPJS Kesehatan Malang berjumlah 445.921 peserta.

Di Malang Raya, penderita diabetes mellitus terbanyak ada di Kabupaten Malang. Sebanyak 91.232 jiwa. Lalu disusul Kota Malang dengan 87.941 peserta, dan Kota Batu sebanyak 17.588 jiwa. ”Ini tentu harus dicegah. Ada berbagai macam upaya yang bisa dilakukan oleh peserta. Salah satunya mengikuti senam jika tergabung dalam kelompok prolanis,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang Roni Kurnia Hadi Permana kemarin.

Tidak hanya senam, ada penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan laboratorium yang dilakukan setiap enam bulan sekali. ”Peserta juga kami anjurkan untuk skrining riwayat kesehatan satu kali setiap tahunnya,” imbuh dia. Skrining kesehatan pun sudah bisa dilakukan melalui situs maupun aplikasi Mobile JKN.

Dalam aplikasi tersebut, mereka akan diberi sejumlah pertanyaan. ”Untuk pasien DM (diabetes mellitus) misalnya. Pertanyaannya berkaitan dengan usia, berat badan, penurunan berat badan dalam beberapa bulan, tinggi badan, jumlah makanan maupun minuman yang dikonsumsi, hingga intensitas kencing,” paparnya.

Roni menyebut, saat ini sudah ada 1.352 peserta yang memanfaatkan skrining diabetes mellitus. ”Secara rinci, untuk Kabupaten Malang ada 615 peserta, Kota Malang dengan 536 peserta, dan Kota Batu sebanyak 201 peserta,” sebut dia.

Melihat jumlah pasien diabetes yang cukup banyak, dokter spesialis penyakit dalam RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) Malang dr Laksmi Sasiarini SpPD mengimbau agar masyarakat tidak abai dengan kondisi kesehatan. Sebab, sering pasien yang datang ke tempatnya sudah berada dalam kondisi serius. ”Ada yang sudah mengalami kaki diabetes dan kontrol gula darah yang buruk. Itu sudah tergolong kronis,” sebut dia.

Laksmi menjelaskan bila diabetes bisa menyerang siapa saja. Sekarang, rentang usia penderitanya semakin variatif. Warga dengan usia produktif di bawah 40 tahun mulai banyak yang mengidapnya. Bahkan, ada pula yang masih anak-anak. ”Secara gejala, awalnya kadar gula naik tidak terkontrol. Lalu, terjadi komplikasi ke saraf, kakinya sering merasa tebal, hingga tahu-tahu muncul luka yang sudah meluas,” jelasnya.

Kemudian, ada kondisi lain seperti aliran darah yang tidak lancar dan gagal ginjal. Ada pula yang disertai penyakit penyerta seperti stroke, jantung, dan infeksi. ”Jika sudah kondisi diabetes, perlu melakukan hal-hal seperti mengatur pola hidup. Salah satunya pola makan. Prinsipnya harus banyak gerak,” tambah dia. (mel/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#diabetes #BPJS #malang