MALANG KOTA - Rumah Sakit Hermina Tangkubanprahu menyelenggarakan health talk dan edukasi stunting pada Jumat (26/7). Acara yang diselenggarakan di Kartini Imperial Ballroom tersebut diikuti oleh para kader posyandu dari 11 Kelurahan yang ada di Kecamatan Klojen. Seminar tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan HUT Hermina Hospital Grup ke 39 dan RS Hermina Tangkubanprahu ke 18. Selain itu, materi tersebut juga disampaikan untuk mendukung program pemerintah dalam menekan angka stunting di Kota Malang.
Acara ini merupakan kelanjutan program bakti sosial RS Hermina Tangkubanprahu. Pihak rumah sakit telah memberikan 200 paket sembako pada warga sejak awal bulan April lalu. Selain itu terdapat pula pemeriksaan kesehatan gratis kepada 100 warga. Masyarakat juga menerima Pemberian Makanan Tambahan (PMT) balita berupa biskuit dan susu. Tak hanya itu RS Hermina juga melakukan pengembangan fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) di kawasan Kayutangan Heritage.
Direktur RS Hermina Tangkubanprahu dr Wenny Retno Sarie LMMRE FISQua menyampaikan edukasi stunting adalah salah satu bentuk tanggung jawab sosial dari rumah sakit kepada masyarakat. "Kami berusaha berkolaborasi dengan kader posyandu Kecamatan Klojen untuk menurunkan angka stunting bahkan hingga zero stunting," ujarnya.
Ia menambahkan pihaknya berharap ilmu yang dibagikan hari itu dapat bermanfaat bagi para kader. Pemahaman lebih dalam mengenai indikator penyebab stunting membuat kader posyandu bisa melakukan screening lebih awal terhadap kejadian-kejadian potensi stunting.
Penjabat (Pj) TP PKK Kota Malang Hanik Andriani Wahyu Hidayat turut hadir dalam seminar tersebut. Secara terbuka ia menyampaikan rasa terimakasih dan apresiasinya kepada RS Hermina Tangkubanprahu. Menurutnya pihak rumah sakit telah berkontribusi mewujudkan program Pemerintah Kota Malang menekan angka stunting. "Acara ini mengingatkan kembali bahwa stunting masih ada dan harus diturunkan," imbuhnya.
Hanik menambahkan TP PKK Kota Malang juga memiliki beberapa program pencegahan stunting. Pihaknya mengadakan lomba-lomba seperti Budidaya Ikan dan Tanaman dalam Ember (Budikdamber) dan Urban Farming. Hal ini berkaitan dengan pemberian makanan bergizi kepada anak-anak dengan memanfaatkan kearifan lokal Kota Malang.
Hanik juga berpesan kepada para kader posyandu untuk selalu menjadi garda terdepan mengawal pencegahan dan penekanan angka stunting di Kota Malang. "Program sebaik apa pun, tanpa kontribusi kader posyandu pasti akan sulit terwujud," tutup Hanik. (nis)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana