Jumlah tersebut bisa saja bertambah hingga akhir Desember mendatang.
”Kami jelas waspada karena pada tahun lalu saja jumlah ibu hamil yang terkena hepatitis B mencapai 125 orang,” beber Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang Meifta Eti Winindar.
Gejala yang dialami ibu hamil ketika terkena hepatitis B beragam.
Mulai dari lemas, mual, nyeri otot, hingga rasa tidak nyaman di sekitar hati.
Penyakit hepatitis B yang dialami ibu hamil harus diwaspadai.
Sebab, ibu hamil punya potensi menularkan virus ke anak.
Untuk mencegah penyebaran hepatitis pada ibu hamil, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan.
Upaya tersebut dimulai saat masa kehamilan hingga masa sesudah persalinan.
”Sebagai contoh, saat masa kehamilan ibu harus melakukan pemeriksaan antenatal, skrining hepatitis, dan pemberian antivirus sesuai indikasi,” jelasnya.
Kemudian, memasuki masa persalinan ibu harus mendapat pelayanan persalinan.
Selain itu, pemberian antivirus dilakukan sesuai pedoman.
Yang terakhir pada masa sesudah persalinan, bayi wajib diberi imunisasi dasar lengkap (IDL) dan ASI.
Terpisah, dokter spesialis penyakit dalam RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) dr Bogi Pratomo SpPD KGEH mengatakan, perhatian terhadap kondisi ibu hamil dengan hepatitis penting dilakukan.
Bogi mengungkapkan, bayi yang terinfeksi virus hepatitis B memiliki risiko lebih dari 95 persen untuk menderita hepatitis B kronis.
Sementara yang terinfeksi setelah usia lima tahun jarang yang sampai ke tahap kronis.
Infeksi biasanya terjadi saat persalinan.
Tepatnya pada waktu bayi melewati jalan lahir ibu.
”Jadi bayi akan terkena darah sang ibu yang di dalamnya mengandung virus hepatitis B,” terang Bogi.
Semakin besar jumlah virus yang ada dalam darah, maka akan semakin besar risiko penularan.
Virus juga akan lebih mudah menular kalau imun bayi lemah.
Untuk mengatasi itu, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan.
Salah satunya pemberian vaksin hepatitis B dosis 1 pada bayi baru lahir usia 0 atau kurang dari 24 jam.
Dilanjutkan dengan vaksinasi hepatitis B dosis selanjutnya sesuai dengan program imunisasi nasional.
Upaya pencegahan juga dilakukan untuk ibu hamil.
Apabila ibu hamil diperiksa positif hepatitis B pada usia kehamilan trimester tiga, maka akan diberi pengobatan sampai dengan tiga bulan setelah persalinan.
”Di samping itu, Kementerian Kesehatan menyediakan obat antivirus yang bernama tenofovir disoproxil fumarate,” tandasnya. (mel/adn)