Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sudah Makan Korban di Brasil, Begini Dampak Infeksi Virus Oropouche, Ternyata Hewan Ini Penyebarnya, Negara Tropis Rawan?

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Selasa, 30 Juli 2024 | 18:45 WIB
Nyamuk menjadi pembawa virus Oropouche di Brasil
Nyamuk menjadi pembawa virus Oropouche di Brasil

RADAR MALANG - Brasil menjadi negara pertama yang mengalami kasus kematian diduga akibat infeksi virus Oropouche.

Di seluruh dunia, baru ada dua korban non komorbid meninggal akibat virus Oropouche, dua-duanya di Brasil. 

Virus tersebut memang sudah dikenal menyebar di wilayah Amerika Selatan dan Tengah yang cenderung tropis.

Apa itu Virus Oropouche?

Virus Oropouche adalah virus yang ditularkan melalui gigitan serangga, khususnya nyamuk jenis Culicoides paraensis.

Penyakit yang disebabkan oleh virus itu dikenal dengan nama Oropouche fever.

Gejala yang ditimbulkan mirip dengan demam berdarah dan chikungunya, termasuk demam tinggi, sakit kepala, nyeri sendi dan otot, serta ruam kulit.

Dalam beberapa kasus, gejala dapat berkembang menjadi lebih serius dan memerlukan perawatan medis intensif.

Virus itu kali pertama terdeteksi di Trinidad Tobago pada 1955.

Penyebarannya melalui nyamuk.

"Kami tekankan, bahwa berdasarkan data yang ada, virus tersebut tidak disebarkan melalui kontak antar manusia," terang peneliti penyakit menular Italia, Concetta Castiletti dilansir AFP.

Dengan kata lain, manusia yang mendatangi wilayah terinfestasi wabah Oropouche tidak bisa membawa virus itu ke tempat lain.

Ngerinya, wanita hamil dikabarkan bisa menularkan Oropouche pada janin dalam kandungannya, berdasarkan keterangan Pan American Health Organization (PAHO).

PAHO juga melaporkan, sudah ada 7.700 kasus Oropouche di Brasil, Bolivia, Peru, Kuba dan Kolombia.

Di Brasil saja, ada 7.236 kasus pada 2024.

Potensi Menyebar?

Laboratorium Castiletti di Italia mendeteksi ada dua kasus perdana di Eropa.

Keduanya merupakan warga Italia yang baru saja pulang dari Kuba awal 2024.

Karena tingginya pengunjung ke area terinfestasi Oropouche, Castiletti memprediksi akan ada tambahan kasus di Eropa.

Apalagi, kenaikan temperatur dunia akibat perubahan iklim meningkatkan area bertelur nyamuk.

Menurutnya, hal tersebut berpotensi membuat virus Oropouche menyebar.

PENANGANAN ANTISIPASI

  1. Penyemprotan Insektisida: Melakukan penyemprotan insektisida di daerah-daerah endemik untuk mengurangi populasi nyamuk pembawa virus.
  2. Edukasi Masyarakat: Menyebarkan informasi mengenai cara-cara pencegahan gigitan nyamuk, seperti menggunakan kelambu, lotion anti-nyamuk, dan pakaian panjang.
  3. Pengobatan dan Perawatan: Menyediakan fasilitas dan obat-obatan yang diperlukan untuk menangani pasien yang terinfeksi virus Oropouche.

Untuk melindungi diri dari infeksi virus Oropouche, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah pencegahan berikut:

 

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#virus orpouche #brasil