RADAR MALANG - Akhir-akhir ini, dunia maya dihebohkan dengan kemunculan dokter detektif atau yang dikenal dengan doktif yang menguak kandungan produk skincare.
Dengan membuat video edukasi melalui platform media sosial, seperti di TikTok dengan nama akun @dokterdetektif dan Instagram @dokterdetektifreal.
Dengan banyaknya bermunculan brand skincare, kita sebagai masyarakat awam mungkin akan membeli suatu produk karena melihat claim yang tercantum atau bahkan bisa terpengaruh hanya dengan trik marketing brand-brand tersebut.
Baca Juga: Berikut Kandungan dari Skincare yang Bisa Bikin Awet Muda
Permasalahan inilah yang membuat dokter detektif tergerak untuk menguak mana skincare yang layak untuk dibeli dan digunakan oleh masyarakat Indonesia.
Mulai dari serum, cream, toner, moisturizer, facial wash, essence, face mist, hingga body lotion.
Tidak serta-merta menilai suatu produk berdasarkan pengetahuan, doktif melakukan uji lab terhadap brand-brand skincare tersebut terlebih dahulu.
Dari banyaknya laboratorium di Indonesia, doktif memilih SIG Laboratory.
Karena bisa memberikan hasil yang lebih akurat, mampu mengukur hingga ke partikel terkecil dari suatu bahan aktif.
Setelah itu, barulah doktif membuat konten video edukasi mengenai produk terkait dengan melampirkan hasil uji lab yang sudah keluar.
Tanggapan para pemilik skincare yang direview produknya oleh dokter detektif bermacam-macam.
Ada yang merespon dengan baik dan melakukan perbaikan kandungan produk.
Namun, ada juga yang tidak terima produknya dikritik.
Ternyata masih banyak produk skincare di Indonesia yang overclaim.
Nyatanya, kandungan yang terdapat di dalam produk tidak sama dengan claim yang disampaikan.
Kita sebagai konsumen, harus bijak dalam memilih produk mana yang aman digunakan.
Inilah yang ingin dicapai oleh doktif, persaingan dunia skincare Indonesia yang sehat, suportif, jujur, dan berdedikasi tinggi. (Najwa Azelia Putri Nasution)
Editor : Aditya Novrian