MALANG KOTA - Pemeriksaan kesehatan yang digelar dalam rangka Dies Natalis Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) diserbu pengunjung Car Free Day (CFD) Jalan Ijen kemarin (12/1).
Mulai dari pemeriksaan kulit, mata, hingga jantung.
FK UB juga menghadirkan talk show tentang edukasi kesehatan plus sejumlah game seru.
Baca Juga: Besok Pengunjung CFD Ijen Malang Bisa Skrining Kesehatan Gratis dari Fakultas Kedokteran UB
Dekan FK UB Prof Dr dr Wisnu Barlianto MSi Med SpA(K) mengungkapkan, kegiatan tersebut digelar untuk lebih mengenalkan FK UB kepada masyarakat.
Yang tak kalah penting adalah untuk menambah awareness masyarakat terhadap kesehatan.
Sejak Oktober 2024 lalu, FK UB juga telah mengadakan berbagai kegiatan pengabdian Masyarakat.
Baca Juga: Ekonom UB : Jadikan APBD Perubahan Momen Penghakiman
Seperti pemeriksaan USG payudara, pelatihan bantuan hidup dasar di sekolah-sekolah, dan penyuluhan kesehatan di pondok pesantren.
Kemudian pada November dilaksanakan International Conference Indonesia Society of Human Genetics.
Sementara pada Desember dilaksanakan berbagai kegiatan olahraga, seperti fun run.
Wisnu menambahkan, saat ini sekitar 90 persen program studi (prodi) di FK UB sudah terakreditasi unggul.
Bahkan 3 prodi sudah mencapai akreditasi internasional.
Jumlah publikasi yang dihasilkan juga menjadi yang terbanyak di UB.
Yang juga membanggakan, alumni FK UB sudah tersebar di berbagai penjuru dunia.
”Ke depan kami menargetkan untuk rekognisi masuk perangkingan internasional dalam subjek kedokteran,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr Saiful Anwar (RSSA) Malang dr Moch Bachtiar Budianto mengapresiasi kegiatan Dies Natalis FK UB di CFD tersebut.
Menurutnya, pada usia yang ke 51 tahun, FK UB sudah banyak menorehkan prestasi yang membanggakan.
Kerja sama juga terus dilakukan antar kedua lembaga itu.
Untuk saat ini, ada sekitar 1.000 calon dokter spesialis belajar di RSSA.
”Karena itu kolaborasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat terjalin dengan baik,” tuturnya.
Direktur Rumah Sakit UB Dr dr Viera Wardhani M Kes menambahkan, selain hadir dalam screening kesehatan gratis, pihaknya juga memberikan edukasi cardiopulmonary resuscitation (CPR) melalui flash mob.
“Kita berikan pemahaman kepada masyarakat dengan cara yang menyenangkan,” tuturnya.
Menurutnya, pengetahuan tersebut penting karena serangan jantung sering kali terjadi di mana pun.
Tidak hanya di depan dokter.
Karena itu, masyarakat perlu memiliki pengetahuan terkait upaya pertolongan pertama tersebut.
Pihaknya juga memberikan pemahaman terkait ambulans yang sering dianggap menyeramkan. (dur/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana