Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

326 Warga Kabupaten Malang Terjangkit HIV/AIDS

Fathoni Prakarsa Nanda • Sabtu, 15 Februari 2025 | 18:40 WIB
Ilustrasi tiga orang mencegah penyakit atau virus. (Freepik: storyset)
Ilustrasi tiga orang mencegah penyakit atau virus. (Freepik: storyset)

KABUPATEN- Kasus baru HIV/AIDS di Kabupaten Malang cenderung meningkat.

Sepanjang 2023 lalu terdeteksi 214 Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Sedangkan pada 2024 jumlahnya meningkat menjadi 326 pasien baru.

Angka kasus itu didasarkan pada data pasien batu yang mengakses pengobatan Antiretroviral (ARV) di rumah sakit dan puskesmas wilayah Kabupaten Malang.

Artinya, kemungkinan jumlah ODHA batu melebihi data tersebut karena ada pasien yang berobat di luar kota demi menghindari stigma negatif masyarakat.

”Berdasar data akhir Desember tahun lalu, jumlah ODHA di Kabupaten Malang mencapai 3.113 orang,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Ivan Drie.

Ribuan pasien itu kini dalam pantauan dinkes melalui rumah sakit dan puskesmas.

Mayoritas pengidap HIV/ AIDS merupakan kelompok usia produktif, yakni antara 15 tahun hingga 59 tahun.

Penularan terbesar masih melalui hubungan badan di luar pernikahan.

Dewasa ini juga makin banyak kasus hubungan sesama jenis yang turut menyumbang penularan HIV/AIDS.

Hingga kini, penularan HIV/ AIDS tidak memiliki gejala awal yang kasat mata.

Bahkan, orang sudah cukup lama mengidap virus tersebut bisa terlihat biasa saja.

Sehingga susah untuk membedakan pengidap HIV/AIDS dengan orang biasa.

“HIV/AIDS hanya dideteksi hanya dengan rapid test HIV,” lanjut Ivan.

Ivan mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati hati dan rutin melakukan test kesehatan.

Namun, ketika ada tetangga atau saudara yang terkena HIV/AIDS, sebaiknya masyarakat mendukung pengobatan mereka.

Bukan malah mengucilkan dan memilih tidak berinteraksi sama sekali.

Aktivitas mengobrol biasa dengan penderita HIV tidak akan menularkan penyakit tersebut.

Sebab HIV/AIDS hanya bisa menular melalui hubungan seksual, transfusi darah, dan transplantasi organ.

Penularan juga bisa terjadi karena penggunaan jarum yang sama dengan penderita HIV/AIDS (misalnya untuk narkotika, kemudian transmisi dari ibu yang terkena HIV kepada bayinya selama kehamilan.

“Kalau memberi support secara verbal dan bertemu biasa saja masih aman,” pungkas Ivan. (aff/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#HIV / AIDs #Terjangkit HIV/AIDS #Kabupaten Malang