“Jika terkena DBD, tidak boleh main main, karena di situ pembuluh darahnya rentan pecah.”
Ivan Drie
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Malang.
Kasus selama Januari, Meningkat Dibanding Tahun Sebelumnya
KEPANJEN – Warga Bumi Kanjuruhan yang teridentifikasi terkena demam berdarah dengue (DBD) terbilang tinggi.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengungkap, selama Januari 2025 tercatat ada 306 kasus DBD.
Meningkat dibanding periode yang sama pada 2024 yang berkisar 245 kasus.
Tingginya jumlah penderita BDB dipengaruhi faktor lingkungan seperti cuaca dan kelembapan udara.
Itu karena intensitas hujan pada Januari tinggi.
Sehingga banyak air-air menggenang yang berpotensi jadi sarang nyamuk aedes aegypti.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Malang Ivan Drie memaparkan, tingginya kasus DBD pada awal tahun sudah menjadi perhatian pemerintah.
Senin lalu (18/2), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengeluarkan surat kewaspadaan terhadap DBD dan chikungunya.
“Sebenarnya, sebelum masuk siklus hujan, upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) bisa dimaksimalkan preventifnya,” ucapnya saat ditemui beberapa waktu lalu.
PSN meliputi kegiatan 3M plus.
Yakni menguras tempat penampungan air seperti bak mandi, ember, dan pot tanaman.
Kemudian menutup tempat tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk, seperti drum maupun tangki penyimpanan air.
Serta mendaur ulang barang-barang bekas yang bisa menampung air hujan, seperti ban bekas dan botol plastik.
Plus dalam 3M plus berarti tindakan pencegahan.
Ivan mencontohkan melalui penggunaan lotion anti nyamuk.
“Sedangkan kalau fogging tidak boleh sembarangan. Sebisa mungkin harus dilakukan oleh nakes,” kata dia.
”Kalau dilakukan sembarangan, dikhawatirkan nyamuknya semakin kebal,” imbuhnya.
Biasanya akan dilakukan secara selektif berdasar hasil penyelidikan epidemiologi (PE) positif oleh puskesmas.
Tentunya, sesuai dengan ketentuan penanggulangan DBD.
“Jika terkena DBD, tidak boleh main-main, karena di situ pembuluh darahnya rentan pecah,” ucap Ivan yang merangkap Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Lawang itu.
Karena itu, dia mengatakan, pengobatan harus dilakukan secara intensif.
Pasien juga jangan sampai kekurangan cairan.
Selain itu, dia melanjutkan, perlu diberikan obat-obatan supaya pembuluh darah tidak mudah pecah.
Sehingga jika ada tanda-tanda DBD, masyarakat diimbau segera mencari pertolongan ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat.
Gejala DBD tersebut seperti demam dengan bercak-bercak merah di tubuh atau bahkan sampai mimisan. (yun/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana