MALANG KOTA – Angka kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Malang awal tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu.
Sejak Januari hingga 19 Februari ditemukan 128 kasus.
Dua korban di antaranya meninggal dunia.
Dibanding periode yang sama tahun lalu, angka kasus itu me ngalami peningkatan sekitar 15 persen.
Dalam kurun waktu Januari-Februari 2024, di Kota Malang terdata 113 kasus DBD.
Satu korban di antaranya meninggal dunia.
”Dalam waktu dekat kami akan mendorong upaya membasmi jentik maupun sarang nyamuk,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang Meifta Eti Winindar kemarin (3/3).
Dia menambahkan, kegiatan resik-resik akan dilaksanakan antara April atau Mei mendatang.
Lokasinya di sekolah, kantor, rumah masyarakat, hingga tempat ibadah yang tersebar di 57 kelurahan.
Upaya yang dilakukan berupa mem bersihkan bak penampungan air dan genangan.
Sebab, air bisa menjadi tempat nyamuk untuk bertelur. Resikresik jentik ditujukan untuk menekan angka bebas jentik hingga 95 persen.
”Kalau di Kota Malang baru 92 persen,” imbuh pejabat eselon III B Pemkot Malang tersebut.
Meifta juga menyebut upaya-upaya lain yang bisa dilakukan masyarakat dalam menghindari DBD.
Misalnya, menghindari gigitan nyamuk dengan memasang kelambu di jendela.
Kemudian menata pencahayaan agar tidak tercipta sarang nyamuk.
Selain menjaga lingkungan Meifta meminta masyarakat meningkatkan imunitas.
Cara nya dengan mengon sumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, hingga mengelola stress.
”Imunitas atau daya tahan tubuh yang lemah akan mudah terserang pe nyakit seperti DBD,” imbuhnya.
Jika sudah telanjur terserang DBD, penderita harus segera melakukan pemeriksaan ke faskes terdekat.
Tujuannya untuk memastikan asupan cairan terpenuhi dan penanganan yang diberikan benar benar sesuai. (mel/fat)
Editor : A. Nugroho