Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pasien Diabetes Melitus di Surabaya Meningkat 16 Persen

Aditya Novrian • Jumat, 14 Maret 2025 | 18:10 WIB
Sumber: Reportase Jawa Pos
Sumber: Reportase Jawa Pos

Mayoritas karena Konsumsi Makanan Manis Berlebih

SURABAYA – Pasien diabetes melitus (DM) di RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) meningkat 16 persen dibandingkan tahun lalu.

Kenaikan kasus itu disebabkan pola makan yang tidak sehat.

Terlebih, saat puasa, warga banyak mengonsumsi makanan serta minuman manis berlebih.

Direktur Utama (Dirut) RSUD BDH Bisukma Kurniawati mengatakan, sejak Januari hingga Maret, ada 6.718 pasien DM yang men jalani rawat jalan.

Sementara yang rawat inap jumlahnya 461 pasien.

Betty, sapaan akrab Bisukma Kurniawati mengakui, kasus diabetes jadi atensi khusus.

Pada periode sama tahun lalu, kata Betty, pasien diabetes yang rawat jalan jumlahnya 5.802 orang.

Naik 16 persen ketimbang tahun lalu.

Sedangkan pasien rawat inap justru berkurang.

”Pasien yang rawat inap pada Januari-Maret tahun lalu 520 orang,” tuturnya.

Saat puasa, kasus diabetes merangkak naik.

Peningkatannya mencapai 8 persen.

Menurut Betty, lonjakan DM itu disebabkan gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat.

”Banyak yang mengonsumsi makanan dan minuman manis saat puasa,” ujarnya.

RSUD BDH juga merawat tiga anak yang terpapar diabetes.

Usianya masih di bawah 14 tahun.

Kasus DM pada anak-anak, lanjut Betty, disebabkan beberapa faktor.

Seperti kurangnya aktivitas fisik, obesitas, gaya hidup, dan merokok.

Penyebab lainnya karena faktor keturunan.

”Kemajuan teknologi berbasis medsos juga mengubah pola hidup menjadi sedentary (kurang aktif). Ba nyak duduk, banyak berbaring, kurang berolahraga,” terangnya.

Dokter spesialis penyakit dalam, endokrinologi, metabolik dan diabetes National Hospital dr Hermawan Susanto mengungkapkan, kasus diabetes ibaratnya seperti gunung es.

Pihaknya mengakui, saat ini, memang ada kenaikan.

”Berdasar Federasi Diabetes Internasional (IDF), Indonesia menduduki nomor 5 di dunia untuk kasus ter tinggi diabetes,” terangnya.

Menurut Hermawan, tidak sedikit kasus diabetes yang baru diketahui setelah pasien mengalami komplikasi.

Ketika dicek, gula darah pasien sudah tinggi.

Karena itu, kata Hermawan, perlu upaya pencegahan.

”Tentunya dengan menjaga gaya hidup dan rajin berolahraga,” ujarnya.

Penderita diabetes, lanjut Hermawan, harus rutin berolahraga dan diet.

 Dalam sehari, maksimal olahraga selama 30 menit.

”Olahraga rutin lima hari dalam seminggu,” papar nya. (omy/aph/adn)

Editor : A. Nugroho
#Surabaya #RSUD Bhakti Dharma Husada #Pasien #Meningkat #16 persen #diabetes melitus