RADAR MALANG - Daging kambing sering dituding sebagai penyebab utama kolesterol tinggi.
Banyak orang enggan mengonsumsinya, takut akan dampak buruk bagi kesehatan jantung mereka.
Namun, benarkah anggapan ini sepenuhnya benar?
Atau justru ada kesalahpahaman besar dalam memahami dampak daging kambing terhadap kadar kolesterol?
Kolesterol dalam Daging Kambing: Fakta atau Mitos
Jika dibandingkan dengan daging sapi atau ayam, kandungan kolesterol dalam daging kambing sebenarnya lebih rendah.
Dalam setiap 100 gram daging kambing, terdapat sekitar 75 mg kolesterol dan 2,6 gram lemak, jauh lebih sedikit dibandingkan paha ayam yang mengandung 135 mg kolesterol dan 6,2 gram lemak.
Bahkan, daging sapi pun memiliki 90 mg kolesterol per 100 gram, yang berarti masih lebih tinggi daripada kambing.
Baca Juga: Kelompok Ternak Rukun Amanah Kabupaten Malang Siapkan 450 Kambing untuk Kurban
Jadi, apakah daging kambing benar-benar meningkatkan kadar kolesterol?
Jawabannya: tergantung pada cara pengolahan dan pola konsumsi.
Jika dikonsumsi dengan cara yang sehat dan dalam jumlah yang wajar, dampaknya terhadap kesehatan bisa sangat berbeda.
Bagaimana Cara Pengolahan Memengaruhi Kolesterol?
Pernahkah Anda memperhatikan bahwa daging kambing sering diolah dengan metode yang kurang sehat?
Gulai kambing dengan santan kental, sate kambing berlemak yang dibakar dengan olesan minyak berlebihan, atau bahkan olahan goreng yang sarat lemak.
Metode ini meningkatkan kandungan lemak jenuh, yang bisa memperburuk kadar kolesterol dalam tubuh.
Sebaliknya, memilih potongan daging tanpa lemak, memanggang dengan rempah-rempah alami seperti kunyit dan bawang putih, atau merebus tanpa minyak tambahan bisa menjadi alternatif yang lebih sehat.
Daging Kambing dan Hipertensi: Apakah Ada Hubungan?
Banyak orang juga mengaitkan daging kambing dengan tekanan darah tinggi.
Padahal, masalah utama bukan pada daging itu sendiri, melainkan cara masaknya.
Penambahan garam berlebihan dalam hidangan berbasis daging kambing sering kali meningkatkan risiko hipertensi.
Selain itu, daging olahan seperti sosis atau nugget yang mengandung natrium tinggi juga lebih berbahaya dibandingkan daging kambing segar.
Tips Konsumsi Daging Kambing dengan Aman
Jika ingin tetap menikmati daging kambing tanpa khawatir soal kolesterol, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan.
Batasi konsumsi hingga 1–2 porsi per minggu (sekitar 85 gram/sajian).
Hindari penggunaan santan dan minyak berlebihan, serta kombinasikan dengan sayuran tinggi serat seperti bayam dan wortel.
Daging kambing bukanlah penyebab utama kolesterol tinggi, tetapi dapat menjadi masalah jika dikonsumsi secara berlebihan dan diolah dengan cara yang tidak sehat.
Dengan pilihan potongan tanpa lemak, metode masak yang lebih alami, dan kombinasi makanan yang tepat, daging kambing justru bisa menjadi sumber protein yang baik, kaya akan zat besi dan vitamin B12. (sai)
Editor : Aditya Novrian