SIDOARJO - Banjir yang merendam wilayah Tanggulangin membuat sejumlah warga mengeluhkan gatal hingga ISPA. Puskesmas Tanggulangin mencatat ada 409 warga yang mengeluhkan gatal.
Kepala Puskesmas Tanggulangin Prufiana mengatakan, data tersebut dari hasil pemeriksaan di sembilan desa terdampak banjir. ”Kami bagi sejumlah tim yang dipimpin bidan desa untuk keliling ke sejumlah titik banjir,” ujarnya kemarin (19/6).
Selain gatal-gatal, ISPA menjadi penyakit yang banyak ditemukan pihak tenaga kesehatan di lapangan. Ada sebanyak 51 warga terdampak banjir yang mengeluhkan ISPA. ”Kami juga memeriksa dan mendapati ada yang mengeluhkan pegal, asam lambung, hingga diare,” tuturnya.
Kondisi banjir yang berkepanjangan membuat warga mengalami gangguan kesehatan. Prufiana juga mengatakan bahwa tim kesehatan juga membagikan obat-obatan ke sejumlah warga. ”Salep untuk gatal dan obat demam paling banyak diberikan ke warga,” paparnya.
Prufiana mengimbau warga agar lebih tenang, dan segera membersihkan rumah atau menguras genangan selepas banjir surut. ”Dari laporan yang diterima sudah beberapa desa surut, kami imbau agar segera bersih-bersih untuk hindari penyakit lainnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt Kepala BPBD Sidoarjo Sabino Mariano mengatakan, dari pantauan tim, banjir di sejumlah titik sudah surut. ”Dari pantauan kami, sampai pagi ini (kemarin, Red) terpantau 60 persen banjir di Porong, Tanggulangin, dan Candi sudah surut,” ujarnya.
Sabino mengatakan sejumlah sungai di Tanggulangin, Candi, dan Porong sudah turun debit airnya. Selanjutnya sejumlah pompa akan diaktifkan untuk menyedot sejumlah titik yang masih tergenang banjir. ”Semoga tidak hujan lagi hari ini dan banjir tidak menggenang,” ungkapnya. (eza/uzi/adn)
Editor : A. Nugroho