RADAR MALANG - Belakangan ini, minuman dan makanan berbahan dasar matcha tengah menjadi tren di berbagai kalangan, mulai dari latte, es krim, kue, hingga smoothies matcha seolah menjadi simbol gaya hidup sehat masa kini.
Matcha adalah bubuk teh hijau yang berasal dari daun Camellia sinensis berkualitas tinggi yang digiling halus.
Berbeda dengan teh hijau biasa yang hanya diseduh, matcha dikonsumsi secara utuh, sehingga kandungan nutrisinya lebih padat. Tak heran jika matcha dikenal mengandung antioksidan tinggi, terutama jenis katekin seperti EGCG (epigallocatechin gallate) yang berfungsi menangkal radikal bebas dalam tubuh.
Baca Juga: Teh Hijau Khas Jepang, Ini Manfaat Rasa Pahit Matcha Bagi Kesehatan!
Selain antioksidan, matcha juga mengandung kafein, L-theanine (asam amino yang memberikan efek tenang), vitamin C, selenium, dan klorofil. Kombinasi ini dipercaya mampu meningkatkan fokus, memperlancar metabolisme, hingga menurunkan risiko penyakit kronis seperti kanker dan jantung.
Meski kaya manfaat, konsumsi matcha tetap harus dalam jumlah yang wajar.
Menurut pakar gizi, batas aman konsumsi matcha berkisar 1–2 cangkir per hari, atau sekitar 1–2 gram bubuk matcha, karena kandungan kafeinnya, meski lebih rendah dari kopi, tetap bisa memicu efek samping bila dikonsumsi berlebihan.
Baca Juga: Lagi Viral! Ini 3 Rekomendasi Kafe di Kota Malang Sajikan Ceremonial Matcha
“Matcha memang sehat, tapi tetap harus dibatasi, terutama bagi mereka yang sensitif terhadap kafein atau memiliki gangguan lambung,” jelas dr. Dian Permata, SpGK, ahli gizi klinis dari Jakarta.
Ia juga menambahkan bahwa konsumsi berlebihan bisa menyebabkan jantung berdebar, sulit tidur, gangguan lambung, atau kejang otot ringan akibat akumulasi logam berat dari daun teh.
Baca Juga: Tak Cuma untuk Minuman, Berikut Beberapa Inovasi Olahan Matcha!
Ada beberapa efek samping jika mengonsumsi matcha secara berlebihan, seperti insomnia atau susah tidur karena kafein, rasa gelisah atau detak jantung meningkat, gangguan pencernaan, seperti sakit maag atau mual, dan pnumpukan aluminium atau fluorida dari daun teh, meski risikonya sangat kecil jika dikonsumsi normal.
Matcha memang penuh khasiat dan pantas menjadi bagian dari pola makan sehat. Namun, seperti halnya segala sesuatu yang baik, konsumsi matcha pun perlu diimbangi dengan kebijaksanaan agar tubuh tidak mengalami efek samping yang buruk dari matcha. (fi)
Editor : Aditya Novrian