SURABAYA – Angka kunjungan pasien psikiatri anak dan remaja di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur mengalami lonjakan signifikan. Dalam enam bulan pertama tahun 2025, tercatat ada 2.603 kunjungan rawat jalan. Angka itu naik tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya tercatat 1.549 kunjungan.
Peningkatan serupa juga terjadi pada layanan rawat inap. Pada semester pertama 2025, kunjungan pasien anak dan remaja mencapai 112 orang. Naik dari 94 kunjungan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama RS Menur drg Vitria Dewi menjelaskan, mayoritas kasus yang ditangani sangat beragam. Mulai dari ketergantungan hingga trauma akibat kekerasan. ”Rata-rata karena ketergantungan pada gim, internet, hingga pornografi,” terangnya kemarin (31/7).
Layanan rawat inap untuk pasien anak dan remaja di RS Menur sendiri telah dibuka sejak Desember 2023. Menurut Vitria, sejak saat itu, ketersediaan kamar hampir selalu penuh. Tingkat keterisian bahkan sering berada di angka 85-100 persen. ”Dalam sebulan bisa ada 10–12 pasien. Lama rawat inap rata-rata dua minggu agar pasien bisa mulai terbuka dan menceritakan kondisinya,” jelasnya.
Sementara itu, Psikiater Konsultan Anak dan Remaja RS Menur dr Ivana Sajogo SpKJ Subsp AR(K) menjelaskan, penanganan pasien tidak selalu dilakukan dengan obat-obatan. Pendekatan edukatif serta keterlibatan orang tua juga dianggap penting. Namun, untuk kasus-kasus berat, intervensi farmakologis atau pemberian obat tetap diperlukan. ”Terutama jika sudah mengganggu aktivitas keseharian pasien, seperti tidak bisa tidur berhari-hari,” ungkapnya.
Ivana menambahkan, penyebab gangguan kesehatan mental pada remaja sangat beragam dan bersifat multifaktor. Mulai pergaulan, pola asuh, lingkungan, hingga kecenderungan genetik. Meski demikian, Ivana melihat kesadaran remaja terhadap isu kesehatan mental kini semakin tinggi. ”Mereka makin melek informasi dari media sosial. Banyak yang datang dengan inisiatif sendiri,” paparnya. (dho/ama/adn)
Editor : A. Nugroho