Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

125 Ribu Siswa SD Mulai Divaksin, Tangkal Difteri, Campak, hingga Kanker Serviks

Mahmudan • Senin, 11 Agustus 2025 | 17:00 WIB

 

Vaksinasi di Bulan Imunisasi Anak Sekolah.
Vaksinasi di Bulan Imunisasi Anak Sekolah.

MALANG RAYA – Memasuki Agustus, pemerintah daerah di Malang raya memberikan vaksin untuk 125.957 siswa SD. Mereka divaksin agar terhindar dari penyakit berbahaya yang berpotensi menyerang, yakni campak, difteri, tetanus, dan kanker serviks (selengkapnya lihat grafis).

Dari ratusan ribu siswa yang menjalani vaksinasi, mayoritas berasal dari sekolah di Kabupaten Malang, yakni 73.194 siswa. Kemudian disusul Kota Malang 37.246 siswa, dan Kota Batu 15.517 siswa. Pemberian vaksin dilakukan dalam rangka Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Di Kota Malang, vaksin diberikan untuk siswa kelas I SD, kelas II SD, dan kelas V SD. ”Pelaksanaan imunisasi untuk anak sekolah sudah kami lakukan sejak tahun ajaran baru,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Meifta Eti Winindar kemarin.

Meifta melanjutkan, setiap anak mendapatkan vaksin yang berbeda-beda. Untuk anak kelas 1 SD mendapat vaksin Measles Rubela (MR) dan Difteri Tetanus (DT). Masing-masing disuntikkan sebanyak 1 kali pada Agustus dan November depan. Kemudian vaksin Tetanus Difteri (Td) untuk anak-anak kelas 2 SD yang diberikan satu kali pada November depan. Yang terakhir vaksin HPV (Human Papillomavirus) sebanyak satu kali. Namun khusus vaksin HPV hanya diberikan kepada anak-anak perempuan kelas 5 SD.

Dia mengatakan, kegiatan imunisasi bagi siswa SD penting. Sebab, seiring bertambahnya usia, dia melanjutkan, kekebalan tubuh anak terhadap beberapa penyakit bisa menurun, sehingga membutuhkan dosis penguat. ”Melalui imunisasi, ada beberapa penyakit menular yang bisa dicegah seperti difteri, tetanus, campak, rubella, hingga kanker leher rahim,” terang pejabat eselon III B Pemkot Malang tersebut.

Pihaknya berkomitmen akan terus memberikan edukasi mengenai bahaya penyakit-penyakit yang bisa dicegah melalui imunisasi. Hal itu karena belum semua siswa mau mengikuti imunisasi. ”Ada yang orang tuanya tidak mengizinkan karena khawatir anaknya mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) seperti nyeri, sakit kepala, bengkak pada bagian yang disuntik, dan demam,” tambahnya.

Oleh karena itu, dia meminta orang tua tidak khawatir. Keluhan yang terjadi biasanya tergolong ringan. Sebagai contoh untuk demam, orang tua bisa mengatasinya dengan memberikan obat penurun panas. Lalu untuk bengkak bisa dikompres. Jika keluhan tidak juga reda, orang tua bisa membawa anak ke puskesmas.

Didominasi Siswa asal Kabupaten Malang

Di Kabupaten Malang, imunisasi dimulai pada Rabu lusa (13/8). Imunisasi akan dilaksanakan di wilayah pelayanan empat puskesmas. Yakni Poncokusumo, Jabung, Ardimulyo, dan Karangploso. Lalu wilayah pelayanan puskesmas lain akan berlangsung pada hari berikutnya sesuai jadwal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Malang drg Ivan Drie menyampaikan, ada dua jenis imunisasi yang diberikan pada Agustus ini. Yaitu vaksin campak dan Human Papillomavirus (HPV). “Vaksin campak untuk siswa kelas 1 dan HPV untuk siswa perempuan kelas 5. HPV juga dilakukan untuk siswa kelas 6 yang belum mendapatkan vaksin saat kelas 5,” ucap pria yang merangkap Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Lawang itu.

Dua jenis imunisasi lainnya yakni DT dan Td diberikan pada November depan. Ivan menyampaikan, vaksin DT diberikan untuk siswa kelas 1, sedangkan vaksin Td diberikan ke siswa kelas 2 dan 5 SD. Vaksin DT dan Td sama-sama berfungsi untuk mencegah penyakit difteri dan tetanus. Hanya saja, pada vaksin Td, komposisi vaksin difteri lebih rendah dibanding tetanus. “Kami menargetkan 98 persen siswa perempuan dapat diimunisasi HPV dan 95 dapat persen siswa diimunisasi campak, DT, dan Td,” katanya.

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya aktif melakukan monitoring ke sekolah-sekolah yang sedang ada jadwal imunisasi. Sosialisasi terkait Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PDDDI) juga terus dilakukan, baik melalui puskesmas maupun posyandu. Sedangkan bagi siswa yang di sekolahnya dijadwalkan imunisasi tetapi berhalangan datang ke sekolah, siswa tersebut dapat menerima imunisasi di puskesmas. Begitu pula bagi anak yang tidak bersekolah, dapat datang ke puskesmas untuk mendapat imunisasi.

Sedangkan di Kota Batu, imunisasi perdana dilakukan pada Senin lalu (4/8). Itu di wilayah operasional Puskesmas Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu. Ada 189 siswa yang sudah mendapatkan imunisasi. Pelaksanaannya menyasar 42 siswa di SD Muslim Cendekia. Sisanya 147 siswa lainnya berasal dari SMP PGRI 01 dan SMP Muhammadiyah 8 Batu. Seluruhnya merupakan siswa putri yang mendapat fasilitas vaksinasi HPV.

Keseluruhan ada 15.517 siswa yang bakal divaksin. Target akhir pemberian vaksin berdasar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) adalah 95 persen. "Targetnya 14.527 siswa bisa mendapatkan imunisasi dalam program BIAS ini," terang Adi Koesaini, Staf Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Penyelenggaraan dan Pembinaan (PB) Dinkes Kota Batu.

Untuk jenjang kelas 1 SD bakal mendapatkan imunisasi MR. Rencananya berlangsung sejak Agustus hingga November depan. Sasaran awal tahun 4.322 anak. Untuk Kelas 2 bakal mendapatkan vaksin Td. Sasaran awal tahun ada 3.142 anak yang mendapatkan vaksin.

Sedangkan untuk kelas 5 SD bakal mendapatkan vaksin HPV dengan 1.612 anak. Selain itu juga bakal mendapatkan imunisasi Td. Sasaran awalnya ada 3.175 anak. "Sedangkan untuk kelas 6 bakal mendapatkan imunisasi HPV," imbuh Adi.(mel/yun/dia/dan)

Editor : A. Nugroho
#bias #siswa sd #dinkes kota malang #Vaksin