Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dinkes Kabupaten Malang Temukan 202 Kasus Baru HIV, Jumlahnya Bertambah Setiap Tahun

Mahmudan • Rabu, 13 Agustus 2025 | 17:40 WIB
Waspada ancaman HIV.
Waspada ancaman HIV.

KEPANJEN – Makin banyak warga Bumi Kanjuruhan yang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang menemukan 202 penderita baru. Lokasinya tersebar di seluruh kecamatan.

Seperti diketahui, HIV merupakan virus yang merusak sel-sel sistem kekebalan tubuh. Jika sel-sel tersebut rusak dan jumlahnya berkurang, daya tahan tubuh akan melemah, sehingga mudah tertular penyakit lainnya.

Jika tidak ditangani, HIV berkembang menjadi Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Yakni stadium akhir dan paling serius dari infeksi HIV. Jika sudah terkena AIDS, maka sistem kekebalan tubuh sudah sangat lemah dan tidak mampu melawan infeksi. “Kami mengupayakan penemuan kasus baru HIV untuk segera diobati,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinkes Kabupaten Malang Gunawan Djoko Untoro beberapa waktu lalu.

Mayoritas penderita HIV berusia 25-49 tahun. Dia juga menyampaikan, upaya penemuan kasus baru HIV dilakukan secara menyeluruh di seluruh kecamatan. Setiap tahun dominasi temuan kasus selalu fluktuatif di setiap kecamatan.

Tingginya kasus HIV tersebut karena berbagai hal. Di antaranya terbatasnya informasi yang benar tentang HIV di kalangan masyarakat. Mulai dari penyebab, cara penularan, cara pencegahan, hingga pengobatan maupun penanganan HIV.

Selain itu juga ada stigma negatif dan diskriminasi terhadap penderita HIV. “Selain itu juga keterlambatan dalam deteksi dini HIV. Mayoritas itu datang untuk tes HIV jika muncul tanda gejala HIV dan itu sudah terlambat,” imbuhnya. Seharusnya, dia melanjutkan, jika merasa melakukan perilaku berisiko HIV, secara sukarela harus melakukan tes sebelum gejala muncul dan berkembang menjadi AIDS.

Seperti diberitakan, gejala orang yang terpapar HIV tidak bisa terlihat. Pasien bertingkah laku seperti orang sehat pada umumnya. Namun semakin lama, ketika virus semakin berkembang, sistem imun akan semakin memburuk.

Misalnya, jika orang yang sistem imunnya baik, masih bisa melawan bakteri dan bisa terhindar penyakit. Sedangkan orang yang terpapar HIV tidak bisa melawan bakteri dan mudah terserang penyakit lain. Virus tersebut juga tidak bisa dihilangkan. Namun perkembangannya dapat dihambat melalui pengobatan antriretroviral (ARV).

Dia mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus berupaya menekan penyebaran HIV. Di antaranya dengan mengembangkan layanan testing dan pengobatan HIV di wilayah Kabupaten Malang untuk mendekatkan akses kepada masyarakat. “Kemudian kami akan melakukan monitoring dan evaluasi program layanan tersebut,” pungkasnya. (yun/dan)

Editor : A. Nugroho
#HIV #Pemkab #Kabupaten Malang #dinkes