MALANG KOTA – Kasus campak di Kota Malang mengalami penambahan. Hingga Minggu (21/9), Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat sudah ada 27 warga dari lima kecamatan yang dinyatakan positif. Angka itu melonjak setelah awalnya hanya lima kasus.
Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif menyebutkan, penambahan kasus terakhir mencapai 18 orang dalam sehari. ”Total ada 27 kasus positif. Tidak hanya di Kedungkandang, tetapi juga di empat kecamatan lain,” ujarnya.
Meski demikian, Pemkot Malang belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB). Selain kasus positif, Dinkes juga memantau 176 suspek campak.
Untuk mencegah penyebaran lebih luas, pemkot mengusulkan program Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi massal. Rencananya, ORI digelar November mendatang di Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang. Sasarannya anak-anak hingga usia 7 tahun, tanpa melihat status imunisasi sebelumnya.
”Sudah kami usulkan 1.500 dosis vaksin ke Dinkes Jatim. Pelaksanaan menunggu ketersediaan vaksin,” terang mantan Direktur RSUD Kota Malang itu. Ia menyebut sejumlah daerah lain juga membutuhkan stok, termasuk Pamekasan dengan jumlah kasus lebih tinggi.
Husnul mengingatkan warga waspada gejala campak yang menular lewat kontak erat di sekolah maupun keluarga. Meski bisa sembuh dengan gizi dan istirahat, risiko komplikasi tetap mengintai. ”Bisa diare, gizi buruk, radang paru, radang otak, hingga kematian,” tegas pejabat eselon II B Pemkot Malang itu. (mel/adn)
Editor : A. Nugroho