Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Cek Kesehatan 120 Sopir Bus di Kota Malang untuk Antisipasi Laka Natal dan Tahun Baru

Mahmudan • Kamis, 18 Desember 2025 | 18:27 WIB
DEMI KEAMANAN PENUMPANG: Sopir bus menjalani pemeriksaan kesehatan di Terminal Tipe A Arjosari kemarin (17/12).
DEMI KEAMANAN PENUMPANG: Sopir bus menjalani pemeriksaan kesehatan di Terminal Tipe A Arjosari kemarin (17/12).

MALANG KOTA – Sebanyak 120 sopir bus menjalani pemeriksaan kesehatan di terminal tipe A Arjosari kemarin (17/12). Pemeriksaan kesehatan digelar dalam rangka persiapan perjalanan selama Natal dan Tahun Baru (Nataru). Harapannya dapat menekan angka kecelakaan, sehingga penumpang aman.

Pemeriksaan berlangsung pukul 07.30 sampai 14.00. Penanggung jawab K3 Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Lilik Suharti mengatakan, ada beberapa pemeriksaan yang dilakukan terhadap sopir. "Meliputi pemeriksaan tinggi badan, berat badan, tekanan darah, gula darah, kesehatan mata, alkohol, hingga narkoba,” ujar Lilik di sela pemeriksaan.

Dia mengatakan, seluruh pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan sopir bus. Misalnya pemeriksaan mata dalam rangka memastikan apakah sopir buta warna atau mengalami kondisi tertentu.

Kemudian pemeriksaan narkoba dan alkohol untuk memastikan pada saat mengemudikan kendaraan, sopir tidak berada di bawah pengaruh keduanya. Sebab baik narkoba maupun alkohol bisa memengaruhi fokus selama perjalanan.

Untuk memeriksa kesehatan sopir bus, pihaknya menerjunkan tenaga kesehatan (nakes) dari dua instansi. "Yakni tim RSUD Kota Malang dan BNN (Badan Narkotika Nasional)," sebut Lilik.

Sembari melakukan cek kesehatan, dia melanjutkan, ratusan sopir juga mendapatkan edukasi dari nakes. Mereka diminta menjaga stamina dan rutin melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan (faskes) terdekat.

"Selain itu, kami mengimbau agar 2 jam sebelum mengemudi bisa istirahat antara 5 menit sampai 10 menit," sambung Lilik. Dengan demikian saat mengemudi para sopir berada dalam kondisi yang segar.

Imbauan lainnya adalah bekerja bersama sopir cadangan. Terutama untuk sopir yang mengemudikan bus dengan rute jauh. "Maksimal empat jam sudah ada sopir cadangan pengganti, sehingga bisa gantian. Kalau tidak sehat juga jangan mengemudi," tegas Lilik. Tidak lupa membawa vitamin atau obat-obatan. Yang dibawa juga harus sesuai kebutuhan.(mel/dan)

Editor : A. Nugroho
#dinkes #malang #Nakes #Nataru