MALANG KOTA - Manajemen RSUD dr Saiful Anwar (RSSA) terus meningkatkan pelayanan. Mulai dari pelayanan reguler sampai VVIP. Untuk layanan VIP dan VVIP, RSSA memiliki Grand Paviliun yang kini semakin lengkap.
Untuk pelayanan di Grand Paviliun, manajemen RSSA mengusung konsep one stop service. Artinya pelayanan lengkap dari rawat jalan, rawat inap, sampai layanan penunjang.
Pada tahun 2026, RSSA mengembangkan layanan Grand Paviliun berupa layanan operasi. Kepala Instalasi Pelayanan Utama RSSA dr Herwindo Pudjo Brahmatyo SpPD KHOM menyampaikan, kamar operasi dan kamar intensif sudah bisa beroperasi sejak Kemarin (4/2).
Selain mengaktifkan kedua kamar, kemarin pihak rumah sakit juga sekaligus melaksanakan operasi pertama di Grand Paviliun. Berupa operasi total hip replacement atau operasi penggantian sendi panggul.
Operasi dilakukan oleh spesialis orthopedi RSSA Dr dr Krisna Yuarno Phatama SpOT SubSp PL (K). Selain itu, ada spesialis anestesi dr Ahmad Feza Fadhlurrahman SpAnTI SubSp An Kv (K) dan tim dokter.
”Untuk operasi, kami memiliki kapasitas sebanyak 3 kamar dengan 9 tempat tidur,” sebut Herwindo. Perinciannya, ada delapan tempat tidur untuk pasien biasa dan satu tempat tidur untuk pasien ruang khusus.
Herwindo berharap, layanan yang semakin lengkap bisa membawa berkah. Ditambah lagi sekarang terdapat berbagai fasilitas penunjang yang berstandar internasional.
Salah satu dokter yang turut dalam operasi total hip replacement Dr dr Krisna Yuarno Phatama SpOT SubSp PL (K) menjelaskan, kamar operasi di Grand Paviliun sudah berstandar internasional.
”Salah satunya dalam control infection. Kami melakukan pengecekan rutin setiap tiga bulan,” jelasnya.
Pengecekan juga dilakukan melalui 1 panel. Tujuannya untuk mengurangi risiko penularan. Selain itu, ada kombinasi alat dari Jerman dan Italia. Ada pula fasilitas penunjang produksi lokal, salah satunya tempat tidur yang diproduksi di Indonesia.
Dalam operasi total hip replacement yang dilakukan di Grand Paviliun, waktu pelaksanaan berlangsung lebih cepat. Dari estimasi semula selama 2-3 jam, bisa diselesaikan dalam 1,5 jam. ”Luka sayatan saat operasi juga lebih minim,” tambahnya.
Pemulihan pun sama dengan pasien reguler. Tidak butuh lama. Besok sore (5/2), pasien yang mengikuti operasi total hip replacement sudah bisa berlatih jalan. Ke depan, manajemen RSSA berencana menambah layanan lagi. Layanan itu tidak hanya untuk pasien, tapi juga masyarakat yang sehat. Salah satunya layanan aestetik. (mel/gp)
Editor : Aditya Novrian