RADAR MALANG – Mendapatkan waktu tidur yang berkualitas adalah kebutuhan utama tubuh. Tubuh memerluakan waktu untuk beristirahat setelah menjalani aktivitas seharian agar kembali bertenaga keesokan harinya.
Tidur berperan penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental. Namun, saat ini banyak orang terutama kalangan anak muda yang kerap begadang hingga larut malam. Kebiasaan tersebut dilakukan karena berbagai alasan, mulai dari mengerjakan tugas, bermain gim, berkumpul bersama teman, hingga terlalu lama bermain ponsel.
Padahal, durasi tidur berkualitas bagi orang dewasa idealnya sekitar 7-9 jam per malam, sedangkan anak-anak membutuhkan waktu tidur sekitar 10-11 jam setiap malam. Jika kebutuhan tidur tersebut tidak terpenuhi, tubuh berisiko mengalami berbagai dampak negatif.
- Meningkatkan Kadar Gula Darah
Saat tidur, kadar hormon kortisol dalam tubuh akan menurun sehingga sistem pengatur gula darah dapat bekerja secara normal dan lebih optimal. Kurang tidur dapat mengganggu proses ini dan menyebabkan kadar gula darah meningkat sehingga memicu stress pada tubuh
- Berat Badan Meningkat
Pada orang dewasa, kurang tidur dapat meningkatkan nafsu makan, terutama terhadap makanan tinggi karbohidrat dan kalori. Sementara itu, anak-anak dan remaja yang tidur kurang dari 6 jam per hari memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidur cukup. Kondisi ini juga dapat diperparah oleh kebiasaan makan pada larut malam.
- Mudah Sakit
Kebiasaan begadang dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga seseorang lebih mudah terserang penyakit. Saat tubuh memperoleh tidur yang berkualitas, sistem imun dapat memproduksi sitokin secara optimal. Sitokin merupakan senyawa yang berperan membantu tubuh melawan bakteri dan virus.
Masih banyak dampak lain yang dapat dialami tubuh akibat kurang tidur. Jika dibiarkan, risiko terkena penyakit serius akan meningkat karena sistem kekebalan tubuh berada dalam kondisi kelelahan.
Penulis: Intan Nurlita Dewi
Editor : Aditya Novrian