MALANG KOTA – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat ratusan anak di Indonesia sudah terkonfirmasi terjangkit Campak pada awal 2026. Hingga memasuki bulan ketiga tahun ini, terdapat 572 kasus campak yang terkonfirmasi dari total 8.224 kasus suspek di seluruh Indonesia.
Data tersebut juga menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah kasus campak tertinggi kedua di dunia setelah Yaman. Informasi ini mengacu pada data World Health Organization yang dirilis Centers for Disease Control and Prevention pada Februari 2026.
Baca Juga: 61 Anak yang Sempat Suspek Campak Kini Dinyatakan Negatif
Ketua Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menegaskan kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.
“Situasi ini memerlukan langkah luar biasa dari seluruh pemangku kepentingan. Kita harus bertindak cepat untuk melindungi anak-anak Indonesia,” tegasnya.
Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah memperkuat program imunisasi. Piprim menegaskan imunisasi merupakan hak dasar anak untuk memastikan mereka terlindungi dari penyakit menular berbahaya.
Dengan cakupan imunisasi yang baik serta penerapan pola hidup sehat, kasus campak diharapkan tidak terus meningkat. Sepanjang 2025 lalu, IDAI mencatat terdapat 63.769 kasus suspek campak di Indonesia. Dari jumlah itu, 11.094 kasus terkonfirmasi dengan 69 kematian.
Baca Juga: Waspada Wabah Campak, 102 Anak Terinfeksi dan Menyebar di 39 Puskesmas
“Kematian akibat campak adalah kematian yang seharusnya tidak terjadi. Kita memiliki alat pencegahan yang aman, efektif, dan tersedia gratis di fasilitas kesehatan,” lanjut Piprim.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan anak. Pemerintah telah menyediakan vaksin serta tenaga kesehatan yang siap melayani imunisasi di berbagai fasilitas kesehatan.
Karena itu, Piprim berharap para orang tua tidak menunda imunisasi anak. Selain itu, orang tua juga diminta tidak mengabaikan gejala yang muncul dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat apabila muncul tanda-tanda yang mengarah pada campak.
Penulis: Nabila Amelia
Editor : Aditya Novrian