Berita Terbaru Ekonomi Internasional Kesehatan Kriminal-Kasuistika Lifestyle Malang Raya Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Politik-Pemerintahan Sosok Wisata-Kuliner

Kaki Sering Kesemutan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Marsha Nathaniela • 2026-03-19 16:40:04
Ilustrasi kaki terasa kesemutan. (Freepik).
Ilustrasi kaki terasa kesemutan. (Freepik).

RADAR MALANG – Kaki yang kerap terasa kesemutan atau istilah medisnya dikenal sebagai parestesia, merupakan sensasi abnormal yang terjadi pada kulit yang terasa, seperti mati rasa, tertusuk jarum, atau rasa terbakar.

Kondisi ini sering dianggap hal yang sepele, terutama jika terjadi setelah duduk atau berdiri terlalu lama.

Padahal, di balik sensasi tertusuk jarum, bisa terjadi berbagai penyebab yang tidak boleh diabaikan. Mulai dari sistem saraf tepi yang terganggu atau mengalami penyakit tertentu.

Oleh karena itu, perlu pemahaman mengenai penyebab dan gejala kondisi tersebut agar mendapatkan penanganan yang tepat sebelum terjadi kerusakan saraf permanen.

Adapun penyebab atau faktor pemicu terjadinya parestesia adalah sebagai berikut.

1. Tekanan Saraf akibat Postur Tubuh

Faktor paling sederhana dan umum terjadi dari kaki yang mudah kesemutan adalah aliran darah terhambat atau posisi tubuh statis yang menyebabkan penekanan pada saraf.

Kondisi ini terjadi saat duduk bersila, berlutut, dan menyilangkan kaki dalam durasi yang lama. Hal ini memicu saraf terjepit sementara sehingga saat tekanan dilepaskan, sensasi kesemutan akan timbul seiring dengan kembalinya aliran impuls saraf yang normal.

2. Neuropati Diabetik (Komplikasi Diabetes)

Bagi penderita diabetes, tingginya kadar gula dalam darah dapat merusak dinding pembuluh darah kecil yang menyuplai nutrisi ke saraf. Kondisi inilah yang disebut dengan neuropati diabetik.

Kerusakan ini dimulai dari saraf terpanjang dalam tubuh, menuju ke jari kaki sehingga menyebabkan sensasi kesemutan kronis, mati rasa, serta rasa nyeri yang membakar pada kaki.

Baca Juga: Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah, Hadis 34 dan Kisah Ja’far yang Dianugerahi Sayap bak Malaikat 

3. Saraf Kejepit

Hernia Nucleus Pulposus (HNP) atau saraf kejepit terjadi saat bantalan antartulang belakang menonjol dan menekan akar saraf yang menjalar ke kaki. Tak hanya nyeri punggung, tekanan ini juga mengirimkan sinyal kesemutan atau kelemahan pada salah satu atau kedua kaki.

Selain itu, kesemutan juga terjadi karena difisiensi vitamin B12, mengalami penyakit arteri perifer, kehamilan, gagal ginjal, serta mengonsumsi alkohol yang berlebih.

Untuk mengatasi dan mencegah kesemutan, Anda dapat menerapkan berbagai upaya berikut.

1. Melakukan peregangan ringan setiap 30 menit jika terlalu lama duduk.

2. Mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B12, seperti daging merah, ikan, telur, dan produk susu.

3. Menerapkan pola hidup sehat, seperti rajin berolahraga, menghindari alkohol, dan berhenti merokok.

Namun, tetap disarankan untuk melakukan pemeriksaan dengan tenaga medis apabila mengalami kesemutan yang tidak normal, seperti disertai dengan rasa nyeri yang hebat, muncul setelah trauma atau cedera pada kaki, terdapat luka yang sulit sembuh, dan kesemutan kronis yang tidak kunjung membaik.

 Baca Juga: Dekat dengan Momen Nataru Jadi Salah Satu Penyebab Okupansi Hotel Jelang Lebaran Menurun

 

Editor : Aditya Novrian
#penyebab kesemutan #kesemutan