MALANG KOTA, RADAR MALANG – Tak lengkap rasanya apabila suguhan lebaran tidak ada kue kering populer satu ini, yaitu nastar. Rasanya yang gurih, manis, serta beraroma wangi membuat kue ini sulit untuk tidak dicicipi. Namun, di balik kelegitannya, nastar mengandung kalori yang cukup tinggi.
Kalori sebenarnya tidak buruk karena ia diperlukan tubuh agar senantiasa berenergi. Namun, jika seseorang tidak mengontrol kalori yang masuk dalam tubuhnya, tentu menimbulkan dampak negatif untuk kesehatan.
Melansir dari halodoc, kalori merupakan unit energi yang diperoleh tubuh dari makanan dan minuman. Kue nastar dibuat dari aneka bahan, seperti tepung terigu, mentega, gula, serta isian yang terbuat dari selai nanas. Kombinasi tersebut yang membuat nastar menjadi salah satu makanan padat kalori.
Baca Juga: Catat Ketentuan dan Cara Unduh Portofolio SNBT 2026 Prodi Seni dan Olahraga
Konsumsi nastar berlebihan tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik, berujung pada penumpukan energi yang disimpan sebagai lemak tubuh.
Satu buah nastar berukuran standar mengandung sekitar 40-75 kalori. Jika Anda memakan tiga buah nastar, itu setara dengan 100 gram nasi.
Dalam porsi yang besar, yakni 60 gram setara dengan 4-5 buah nastar dan mengandung 224 kalori. Selain itu, dalam 100 gram nastar kandungan kalorinya bisa mencapai 373-479 kalori.
Melihat kepadatan kalorinya, konsumsi nastar harus dibatasi terutama saat Hari Raya Idulfitri. Dianjurkan hanya memakan satu atau dua buah dalam satu waktu untuk mengontrol asupan kalori.
Selain itu, perhatikan asupan kalori dari makanan atau minuman lain. Jika sudah memakan nastar, sebaiknya kurangi konsumsi makanan manis atau berlemak di hari yang sama.
Berolahraga juga penting untuk dilakukan setelah mengonsumsi camilan tinggi kalori. Disarankan untuk berjalan kaki atau aktivitas ringan lain guna membakar sebagian kalori yang masuk dalam tubuh.
Editor : Aditya Novrian