MALANG KOTA, RADAR MALANG – Lebaran menjadi waktu yang sangat dinanti untuk berkumpul bersama keluarga besar. Bagi ibu hamil, momen ini tentunya ingin dinikmati dengan nyaman tanpa gangguan kesehatan.
Kegiatan di momen lebaran, seperti perjalanan mudik, silaturahmi ke banyak rumah, serta godaan hidangan khas lebaran dapat menjadi tantangan tersendiri.
Meskipun euforia hari raya membuat banyak orang kelelahan karena kepadatan aktivitas, kesehatan ibu dan janin tetap menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, sangat penting bagi ibu hamil untuk senantiasa menjaga kesehatan.
Berikut tips yang bisa diterapkan agar kesehatan ibu dan janin tetap terjada saat hari raya.
1. Membatasai Kunjungan
Idulfitri merupakan momen untuk saling memaafkan dengan bertemu langsung maupun tidak langsung. Dalam tradisi, umumnya orang yang berusia lebih muda harus bersilaturahmi pada orang yang lebih tua.
Namun, bagi ibu hamil jangan memaksakan apabila merasa lelah dan tidak sanggup untuk berjalan. Hal ini akan menyebabkan bumil kelelahan, bahkan bisa jatuh sakit.
2. Menjaga Asupan Makanan
Beragam hidangan, mulai dari yang asin hingga kudapan manis tersaji di depan mata pada saat lebaran. Namun, ibu hamil harus tahan dengan godaan tersebut.
Sebaiknya, hindari makanan yang mengandung tinggi garam karena bisa meningkatkan risiko terjadinya hipertensi. Selain itu, makanan dengan tinggi gula jika dikonsumsi secara berlebihan dalam waktu yang lama akan menyebabkan obesitas, bahkan diabetes. Hal tersebut tentunya berbahaya bagi kesehatan ibu dan janin.
Oleh karena itu, ibu hamil diwajibkan untuk menjaga asupan makanan dengan mengonsumi buah dan sayuran. Kandungan serat dalam kedua makanan tersebut sangat baik untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan.
Baca Juga: Masih Bingung Cari Tempat Liburan? Ini 4 Wisata di Malang yang Bisa Jadi Pilihan
3. Cuci Tangan yang Rutin
Momen lebaran tentu identik dengan salam-salaman. Bagi ibu hamil, diwajibkan untuk selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hal ini karena kegiatan bersalaman dengan banyak orang menjadi salah satu sarana penularan kuman penyebab infeksi.
4. Memperhatikan Asupan Cairan
Ibu hamil memerlukan banyak cairan agar tidak dehidrasi. Kekurangan cairan pada ibu hamil saat trimester akhir dapat meningkatkan risiko terjadinya kontraksi dini sehingga bayi lahir prematur.
Idealnya, ibu hamil harus mengonsumsi setidaknya 2 liter atau 8 gelas air per harinya. Cairan tersebut berguna untuk mendukung tumbuh kembang janin, pembentukan plasenta, serta memproduksi cairan ketuban.
Editor : Aditya Novrian