RADAR MALANG – Tidak bisa dipungkiri bahwa semakin dewasa aktivitas bertambah padat setiap harinya. Hal ini yang memicu sebagian orang untuk tidur larut malam karena tuntutan pekerjaan. Namun, jika begadang kerap dilakukan, kesehatan fisik dan mental dapat terganggu.
Tidak hanya lelah dan mengantuk, begadang berpengaruh bagi kesehatan, berikut penjelasannya.
Memicu Kenaikan Berat Badan
Begadang dapat mengganggu metabolisme tubuh yang dapat membuat berat badan naik dan lebih rentan terkena obesitas. Selain itu, tidur yang tidak cukup membuat perut menjadi cepat lapar sehingga asupan makanan menjadi berlebihan dan sulit dijaga.
Penuaan Dini
Tubuh akan menghasilkan banyak hormon stres, yakni kortisol akibat kurang tidur. Hormon tersebut memecah dan merusak struktur kolagen pada kulit sehingga memicu kerutan dan garis halus pada wajah hingga mata panda.
Ingatan Melemah
Saat tidur, jaringan dan sel-sel saraf pada otak mengalami regenerasi atau proses perbaikan. Hal ini yang membuat fungsi otak tetap terjaga. Tak hanya itu, jaringan otak juga penting untuk memperkuat daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan berpikir.
Dengan demikian, kebiasaan begadang membuat sel dan jaringan otak lebih cepat rusak dan sulit regenerasi sehingga Anda akan merasa lebih sering mengantuk, mudah lupa, dan sulit berkonsentrasi.
Memicu Gangguan Mental
Seseorang yang sering begadang lebih rentan mengalami gangguan tidur, yakni insomnia. Dalam jangka panjang efek negatif begadang dapat muncul, seperti depresi dan gangguan kecemasan.
Kondisi ini semakin meningkat apabila Anda juga menerapkan gaya hidup tidak sehat, seperti jarang berolahraga dan merokok.
Idealnya, tubuh memerlukan tidur sebanyak 7-9 jam per hari. Ini berlaku pada orang dewasa, sedangkan anak-anak dan remaja membutuhkan waktu 8-10 jam per harinya. Dengan menerapkan jam tidur yang tepat waktu, kesehatan tubuh dapat terjaga dan aktivitas sehari-hari dapat dilakukan dengan optimal.
Editor : Aditya Novrian