SUMBERPUCUNG, RADAR MALANG – Puskesmas Sumberpucung membuka layanan konsultasi dan tes HIV/AIDS melalui poli Voluntary Counseling and Testing (VCT). Layanan ini disediakan untuk memperluas deteksi dini sekaligus menekan penyebaran HIV di wilayah Malang Raya.
Kepala Dinas Kesehatan(Dinkes) Kabupaten Malang Wiyanto Wijoyo menjelaskan bahwa poli VCT melayani konseling dan pemeriksaan HIV secara sukarela, rahasia, dan profesional. Masyarakat dapat mengakses layanan ini tanpa khawatir soal privasi.
Selain HIV/AIDS, poli VCT juga melayani pemeriksaan Infeksi Menular Seksual (IMS). Puskesmas Sumberpucung turut aktif melakukan penyuluhan terkait HIV dan IMS di wilayah kerjanya, termasuk menjangkau kelompok berisiko.
"Wilayah ini dekat dengan lokalisasi Suko, sehingga edukasi dan layanan kesehatan sudah lama berjalan dengan pendekatan kolaboratif,” jelas Wiyanto.
Menurutnya, keberadaan poli VCT penting untuk deteksi dini. Dengan pemeriksaan sejak awal, penanganan HIV bisa dilakukan lebih cepat sehingga risiko berkembang menjadi AIDS dapat ditekan.
HIV memang belum dapat disembuhkan. Namun, terapi antiretroviral (ARV) mampu menekan jumlah virus dalam tubuh. Karena itu, penderita perlu menjalani pengobatan secara rutin seumur hidup agar kualitas hidup tetap terjaga.
Data Dinkes Kabupaten Malang menunjukkan tren peningkatan kasus baru HIV dalam setahun terakhir. Pada Januari–November 2024 tercatat 405 kasus baru, sedangkan pada periode yang sama tahun 2025 meningkat menjadi 421 kasus.
Baca Juga: Dinkes Kabupaten Malang Terbitkan Sertifikat Higienis untuk 35 SPPG
Mayoritas kasus ditemukan pada kelompok usia produktif, yakni 25–49 tahun, baik laki-laki maupun perempuan. Penemuan kasus dilakukan secara aktif di seluruh kecamatan di Kabupaten Malang, dengan sebaran yang fluktuatif tiap tahunnya.
Dinkes mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan VCT di puskesmas terdekat. Deteksi dini menjadi kunci utama dalam pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS di Kabupaten Malang.
Editor : Aditya Novrian