Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

1.400 Anak di Kota Malang Jadi Sasaran Imunisasi Kejar Campak

Nabila Amelia • Selasa, 7 April 2026 | 13:15 WIB
TITIK KESEKIAN: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (kiri) ikut memberikan vaksin kepada salah satu anak di RW 3, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, kemarin (6/4). (DARMONO / RADAR MALANG)
TITIK KESEKIAN: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat (kiri) ikut memberikan vaksin kepada salah satu anak di RW 3, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, kemarin (6/4). (DARMONO / RADAR MALANG)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Kota Malang relatif aman dari kasus campak. Meski begitu, langkah pencegahan berupa pemberian vaksin measles rubella (MR) tetap dilakukan. Sejak 1 sampai 7 April nanti, ada 1.400 anak yang menjadi sasaran dalam imunisasi kejar campak atau catch-up campaign campak (CUC).

Contohnya anak-anak di lingkungan RW 3, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing. Kemarin (6/4), mereka mendapat vaksin MR. Kondisi kesehatan mereka juga diperiksa tim medis. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, ribuan anak yang disasar untuk vaksin MR itu adalah mereka yang berusia 9 sampai 59 bulan. 

”Tapi yang sudah ikut vaksin MR 1 dan MR 2 tidak kami sertakan,” kata dia. Husnul menambahkan, sebelumnya pihaknya sudah pernah melakukan imunisasi campak. 

Imunisasi itu termasuk dalam Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi massal darurat untuk menanggulangi wabah campak. Sebab pada awal 2026 lalu, sempat ditemukan tujuh kasus positif. Yakni di Kelurahan Buring, Kelurahan Kedungkandang, dan Kelurahan Tanjungrejo.

”Bedanya CUC ini, kalau ORI pemberiannya tidak memandang apakah anak sudah divaksin atau belum,” imbuh dia. Agar seluruh anak yang ditarget bisa tersasar, dinkes menggandeng Posyandu dan Puskesmas. Di samping itu, ada 11 rumah sakit. 

Mulai dari Melati Children Hospital, RS Hermina, RSIA Puri Bunda, RSIA Galeri Candra, RSI Aisyah, RS UB, RS Permata Bunda, RS Panti Nirmala, Persada Hospital, dan RSUD Kota Malang. 

Husnul menambahkan, belum ada temuan kasus campak lagi pada 2026 ini. ”Terakhir hanya ada 61 suspek campak. Kalau tahun 2025 lalu ada 312 suspek campak, dan 25 di antaranya kasus positif,” imbuh pejabat eselon II B Pemkot Malang tersebut.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan, pihaknya mendorong dinkes untuk door to door melakukan imunisasi. Sebab masih ada masyarakat yang enggan mengajak anak-anaknya untuk imunisasi. ”Ada pemahaman yang belum mereka terima,” kata Wahyu. 

Karena itu, perlu pendekatan secara terus menerus. Salah satunya melalui tokoh masyarakat hingga edukasi. Dia menambahkan, campak adalah penyakit yang berbahaya. 

Dampak paling parahnya bisa mengakibatkan pengidapnya meninggal dunia. Untuk itu harus ditangkal melalui imunisasi. (mel/by)

 

Editor : Bayu Mulya Putra
#campak kota malang #Kasus campak #Imunisasi Anak #dinkes kota malang #Pemkot Malang