RADAR MALANG – Dr H Iman Muslimim MAg atau kerap disapa dengan Yai Mim mengembuskan napas terakhirnya pada hari Senin (13/4). Berdasarkan pernyataan dari pihak kepolisian, Yai Mim meninggal akibat asfiksia.
“Dari hasil analisis dokter, tanda-tanda menonjol pada asfiksia,” terang Kasat Reskrim Polresta Malang Kota AKP Rakhmad Aji Prabowo, Senin malam (13/4).
Sebelumnya, kondisi tubuh Yai Mim dinyatakan dalam keadaan stabil dengan tekanan darah 110/80 saat melakukan pemeriksaan pada pukul 08.59 WIB.
Namun, sekitar pukul 13.45, secara tiba-tiba Yai Mim terjatuh ketika berjalan dari ruang tahanan nomor 4 menuju ruang pemeriksaan. Petugas langsung membawa Yai Mim ke rumah sakit, tetapi ia meninggal dunia saat dalam perjalanan.
Baca Juga: Nurul Sahara Sampaikan Duka dan Doa untuk Keluarga Yai Mim, Begini Isinya
Lalu, Apa Itu Asfiksia?
Asfiksia merupakan suatu kondisi saat kadar oksigen dalam tubuh berkurang. Apabila tidak segera mendapatkan penanganan, seseorang dapat kehilangan kesadaran, cedera otak, hingga berujung pada kematian.
Kondisi asfiksia umumnya terjadi pada orang yang tenggelam. Mereka tidak bisa bernapas karena menghirup air sehingga oksigen tidak bisa mengalir ke jaringan dan organ tubuh.
Asfiksia juga terjadi pada bayi yang baru lahir. Aliran darah atau oksigen ke janin tidak mencukupi sehingga terjadi kekurangan suplai oksigen. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada organ vital jika tidak ditangani dengan cepat.
Selain itu, terdapat kondisi asfiksia kimia yang terjadi saat seseorang menghirup zat yang dapat menghambat penyaluran oksigen, seperti karbon monoksida, yaitu gas yang tidak berwarna, tidak berbau, serta tidak berasa. Zat ini terbentuk dari hasil pembakaran tidak sempurna pada kayu, gas alam, dan minyak tanah.
Oksigen yang terhambat juga disebabkan oleh anafilaksis, yakni reaksi alergi parah terhadap makanan, obat-obatan, dan sengatan serangga.
Tak hanya itu, terdapat penyebab lain yang menjadikan seseorang dalam kondisi asfiksia, seperti penyakit asma yang parah, saluran udara tersumbat benda asing, kejang, tubuh terhimpit, leher tercekik, hingga overdosis obat.
Adapun gejala asfiksia, meliputi kesulitan berbicara, sulit untuk menelan karena tersedak makanan, batuk, sesak napas, suara serak, napas dengan sangat cepat (hiperventilasi), pusing, sakit kepala, wajah atau bibir berwarna merah/ungu/biru/abu-abu, cemas, penglihatan kabur, serta hilang kesadaran.
Di sisi lain, gejala asfiksia pada bayi berupa kulit pucat atau kebiruan, detak jantung lambat, refleks lemah, tangisannya juga lemah, serta napas yang terengah-engah.
Asfiksia termasuk dalam kondisi darurat medis karena kekurangan oksigen pada tubuh dapat berujung fatal dengan waktu yang sangat singkat. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gejala awal asfiksia serta melakukan penanganan dini untuk mencegah terjadinya komplikasi.
Baca Juga: Polisi Sebut Yai Mim Jatuh saat Hendak Diperiksa sebelum Dinyatakan Meninggal Dunia
Editor : Aditya Novrian