Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV, Simak Prosedur dan Efek Sampingnya

Marsha Nathaniela • Rabu, 29 April 2026 | 15:20 WIB
Kanker serviks dapat dicegah dengan vaksin HPV. (Freepik).
Kanker serviks dapat dicegah dengan vaksin HPV. (Freepik).

RADAR MALANG – Kanker serviks menjadi ancaman tertinggi kedua setelah kanker payudara bagi perempuan. Penyakit ini dapat dicegah dengan vaksin HPV yang bisa diberikan pada perempuan berusia 9-55 tahun.

Vaksin HPV merupakan vaksin yang diberikan untuk melindungi perempuan dari risiko terinfeksi virus HPV (Human Papillomavirus). Virus ini menjadi penyebab utama kanker leher rahim atau serviks.

Selain perempuan, laki-laki juga dianjurkan untuk menerima vaksin HPV karena faktanya sekitar 8 dari 10 pria dan wanita diperkirakan akan terinfeksi HPV setidaknya sekali semasa hidupnya. Tak hanya kanker serviks yang dapat dicegah, vaksin HPV juga dapat melindungi pria dari kutil kelamin dan kanker anus.

Baca Juga: Daun Pepaya Bantu Naikkan Trombosit, Ini Segudang Manfaat Kesehatannya!

Terdapat dua jenis vaksin HPV, yakni bivalen dan tetravalen. Bivalen dapat memberikan perlindungan terhadap infeksi virus HPV tipe 16 dan 18 yang bisa mencegah kanker serviks.

Sementara itu, vaksin HPV tetravalen memberikan perlindungan terhadap infeksi HPV tipe 6, 11, 16, dan 18 yang dapat mencegah kutil kelamin dan juga kanker serviks.

Baca Juga: Warna Feses Penentu Kondisi Tubuh, Ini Ciri-ciri yang Wajib Diketahui

Vaksin HPV, mengandung protein yang dibuat menyerupai virus HPV. Setelah disuntikkan, protein akan membantu tubuh memproduksi antibodi untuk melawan virus HPV.

Sebelum vaksin HPV diberikan, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan, alergi, pola hidup, dan aktivitas seksual pada pasien.

Setelah itu, dokter akan memberikan penjelasan terkait kelebihan dan efek samping vaksin HPV. Untuk menghindari risiko alergi atau efek samping, dokter juga akan bertanya mengenai riwayat pemberian vaksin HPV sebelumnya.

Baca Juga: Tanpa Obat Khusus, Ini Cara Alami Mengatasi Nyeri Haid

Selama prosedur, dokter akan memberikan vaksin HPV melalui otot. Dua dosis untuk anak dengan usia 9 sampai 13 tahun, sedangkan pada remaja usia 16 sampai 18 tahun harus diberikan vaksin sebanyak tiga kali.

Setelah vaksin dilakukan, dokter menganjurkan pasien untuk istirahat selama 15 menit untuk mengantisipasi adanya efek samping setelah vaksin.

Meski vaksin HPV dapat mencegah kanker serviks, Anda tetap wajib melakukan berbagai tindakan pencegahan, misalnya tidak melakukan aktivitas seksual sebelum menikah, berhenti merokok, memakai kondom saat melakukan hubungan seksual, tidak melakukan seks dengan pasangan yang berbeda, serta rutin melakukan pap smear atau prosedur yang berguna untuk mendeteksi sel-sel abnormal penyebab kanker.

Baca Juga: Jangan Asal Mencabut Uban! Ini Dampak yang Terjadi pada Kulit Kepala

Di sisi lain, efek samping setelah vaksin HPV adalah sakit kepala, nyeri, bengkak, dan kemerahan pada bekas suntikan, tubuh terasa lemas, nyeri sendi atau otot, hingga demam.

Namun, apabila muncul keluhan seperti, gatal di seluruh tubuh, sesak napas, jantung berdebar, pusing, penglihatan berkunang-kunang, mual, muntah, serta bibir, wajah, dan lidah membengkak, segera periksakan diri ke dokter untuk mencegah adanya komplikasi yang serius.

Baca Juga: Jangan Abaikan Black Mold di Dinding! Ini Risiko Penyakit yang Mengintai

Editor : Aditya Novrian
#kanker serviks #vaksin hpv