Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Gencarkan Skrining Tuberkulosis di 57 Kelurahan

Nabila Amelia • Jumat, 1 Mei 2026 | 14:55 WIB
DIGENCARKAN: Dua warga mendapat penjelasan dari petugas terkait hasil skrining mobile x-ray yang digelar di Kantor Kelurahan Karangbesuki, kemarin (30/4).
DIGENCARKAN: Dua warga mendapat penjelasan dari petugas terkait hasil skrining mobile x-ray yang digelar di Kantor Kelurahan Karangbesuki, kemarin (30/4).

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Tiap tahun sedi kitnya ada seribu kasus tuberkulosis yang ditemukan di Kota Malang. Untuk mempercepat eliminasi kasus sesuai target pemerintah pusat pada 2030, pemkot rutin menggelar skrining. Salah satunya melalui skrining mobile x-ray atau skrining sistematis TB (SSTB) di 57 kelurahan.

Skrining itu sudah dilaksanakan di belasan kelurahan. Contohnya di Kelurahan Karangbesuki yang berlangsung kemarin (30/4).

Baca Juga: 1.800 Perempuan Inden Skrining Gratis Kanker Serviks dari Pemkot Malang

Kelurahan Karangbesuki menjadi lokasi ke-15 yang melakukannya. ”Setiap kelu rahan kami beri kuota sebanyak 200 orang,” sebut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif.

Dia melanjutkan, ada beberapa kriteria warga yang bisa mengikuti skrining. Salah satunya yakni warga yang memiliki kontak erat dengan pasien tuberkulosis. Kemudian penderita penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes melitus, hingga anak dengan kondisi berat badan tidak naik atau gizi buruk.

Jika memiliki kriteria-kriteria itu, warga bisa mengajukan diri untuk skrining. Mekanisme skrining dilakukan menggunakan mobile x-ray dan teknologi AI. ”Teknologi AI kami gunakan untuk membaca hasil rontgen secara tepat. Jika ditemukan ada indikasi, bisa diobati lewat Puskesmas,” terang Husnul.

Baca Juga: 154 Anak Ikuti Skrining Kesehatan Ginjal di Gedung Malang Creative Center

Menurut Husnul, pengobatan tuberkulosis berlangsung minimal 6 bulan. Pengobatan itu tidak boleh putus karena berpotensi bisa membuat tuberkulosis muncul kembali. Setelah Kelurahan Karangbesuki, masih ada 42 kelurahan lain yang akan disasar. Sebab, pemkot ingin menyasar kelurahan-kelurahan di lima kecamatan.

Lurah Karangbesuki Endy Sri Hartanto mengungkapkan, pihaknya merasa terbantu dengan program yang dilakukan dinkes. ”Sebab warga jadi tidak perlu jauh-jauh dan mengeluarkan biaya untuk memeriksakan diri ke rumah sakit,” kata dia.

Selain skrining tuberkulosis, setiap Rabu warga setempat juga mendapat pemeriksaan rutin dari Puskesmas. Seperti pemeriksaan tensi hingga gula darah. Endy berharap, lewat program yang ada bisa segera membantu mengentaskan kasus tuberkulosis. (mel/by)

Editor : A. Nugroho
#SSTB #AI #tuberkolosis #Skrining