Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

1.800 Perempuan Inden Skrining Gratis Kanker Serviks dari Pemkot Malang

N
Penulis: Nabila Amelia❯
GENCARKAN DETEKSI DINI: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meninjau peralatan skrining kanker serviks di Puskesmas Kendalkerep, Blimbing, kemarin. (Darmono / Radar Malang)
GENCARKAN DETEKSI DINI: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meninjau peralatan skrining kanker serviks di Puskesmas Kendalkerep, Blimbing, kemarin. (Darmono / Radar Malang)

Advertisement

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Jumlah pengidap kanker serviks di Kota Malang cukup banyak. Tahun lalu, ditemukan 50 kasus dari proses skrining rutin di seluruh Puskesmas. Jumlah itu memang menurun dibanding temuan kasus serupa pada dua tahun sebelumnya. 

Sebab pada 2023 lalu dinkes mencatat ada 125 kasus yang ditemukan. Sementara pada 2024 ada 141 kasus. Meski begitu, upaya deteksi dini tetap rutin dilakukan. Skrining lewat metode IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) dan DNA (materi genetik) jadi ujung tombaknya.

Pada 2026 ini, skrining diadakan di seluruh Puskesmas. Salah satunya dari tanggal 20 sampai 23 April. Bersamaan dengan peringatan HUT Kota Malang ke-112 dan Hari Kartini. ”Targetnya ada 2.500 perempuan yang bisa mengikuti skrining,” kata Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat meninjau skrining di Puskesmas Kendalkerep, kemarin. 

Advertisement

Dia menyampaikan bahwa skrining kanker serviks itu bisa diakses secara gratis. Menurut Wahyu, hasil pemeriksaan bisa diketahui dengan cepat. Jika masuk grade 1, penanganannya bisa melalui Puskesmas menggunakan krioterapi atau dengan cara menghancurkan sel pra-kanker. Sementara untuk grade 2 dan grade 3 harus dirujuk ke rumah sakit. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif menjelaskan, mereka yang bisa mengikuti skrining kanker serviks adalah perempuan yang sudah menikah dan pernah melakukan hubungan seksual.

”Yang sudah inden sementara ada 1.800 perempuan,” terang Husnul. Dia melanjutkan, rata-rata yang mengikuti skrining berusia 29 sampai 40 tahun. Dia menyebut, penyebab perempuan bisa terkena kanker serviks cukup beragam. Bisa terkait sanitasi, kebersihan, hingga gaya hidup. (mel/by)

Advertisement

Artikel Terkait

535 Ribu Perempuan di Kabupaten Malang Belum Skrining Kanker Serviks, Dinkes Siapkan Tes HPV DNA

535 Ribu Perempuan di Kabupaten Malang Belum Skrining Kanker Serviks, Dinkes Siapkan Tes HPV DNA

Sebanyak 535 ribu perempuan di Kabupaten Malang belum menjalani skrining kanker serviks. Dinkes menyiapkan pemeriksaan HPV DNA dan mendorong ASN ikut skrining untuk meningkatkan deteksi dini.

Antisipasi Dampak Kebakaran, Pemkot Malang Siagakan 3 Shift Nakes di TPA Supit Urang

Antisipasi Dampak Kebakaran, Pemkot Malang Siagakan 3 Shift Nakes di TPA Supit Urang

Dinkes juga menyiagakan fasilitas kesehatan. Fasilitas kesehatan yang disiagakan adalah Puskesmas Mulyorejo.

Perkuat Pencegahan Gangguan Kesehatan di Lingkungan Sekolah Kota Malang

Perkuat Pencegahan Gangguan Kesehatan di Lingkungan Sekolah Kota Malang

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang memperkuat langkah pencegahan gangguan kesehatan di lingkungan sekolah. Pemantauan dilakukan bersama puskesmas, disertai penerapan protokol kesehatan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer