RADAR MALANG – Trakhoma merupakan infeksi mata yang dapat menular dan menjadi penyebab kebutaan tertinggi di dunia, terutama di wilayah Afrika.
Trakhoma disebabkan oleh bakteri yang bernama chlamydia trachomatis dan berkembang pesat di area yang kurang memiliki akses terhadap air bersih dan sanitasi.
Seseorang dapat tertular dengan penyakit ini saat terjadi kontak fisik. Penderita yang terinfeksi menyentuh bagian mata atau hidungnya dan kemudian dengan tidak sengaja menyentuh orang lain. Tak hanya itu, penularan trakhoma juga bisa melalui benda, serangga, atau lalat yang hinggap di area mata.
Baca Juga: Mengenal Fistula Ani, Gangguan pada Area Anus yang Tidak Boleh Diabaikan
Adapun penderita yang mengalami trakhoma akan memiliki keluhan berupa nyeri di mata, gatal pada mata, keluar cairah dari mata yang mengandung nanah dan lendir, pembengkakan pada kelopak mata, serta menjadi sensitif terhadap cahaya.
Menurut pandangan World Health Organization (WHO), penyakit trakhoma berkembang menjadi beberapa tahap sebagai berikut.
- Peradangan Folikuler: Pada tahap awal, penderita memiliki folikel di mata yang berbentuk benjolan kecil berisi sel darah putih, berada di bagian dalam kelopak mata atas.
- Peradangan Berat: Ditandai dengan iritasi, infeksi berat, serta terjadi pembengkakan kelopak mata di bagian atas.
- Luka di Kelopak Mata bagian Dalam: Infeksi dan iritasi menyebabkan luka yang tampak seperti garis-garis putih. Kondisi ini menyebabkan bentuk kelopak mata berubah dan terlipat ke dalam.
- Triachiasis: Bulu mata tumbuh ke dalam dan menyebabkan gesekan sehingga kornea menjadi iritasi.
- Pengeruhan Kornea: Iritasi karena triachiasis menyebabkan peradangan dan pengeruhan sehingga dapat menghalangi cahaya yang masuk, hingga mengalami kebutaan.
Oleh karena itu, trakhoma harus segera diobati karena jika terjadi gejala yang lebih serius, penderita dapat mengalami kebutaan permanen. Dengan demikian, segera periksakan diri atau anak Anda apabila mengalami gejala trakhoma agar mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.
Baca Juga: Waspada Penyakit Kuning! Kenali Penyebab dan Gejalanya
Editor : Aditya Novrian