Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

57 Warga Kabupaten Malang Terkena Campak, Mayoritas Balita

Indah Mei Yunita • Rabu, 20 Mei 2026 | 17:28 WIB

 

TIDAK BISA DIREMEHKAN: Penyakit Campak tidak hanya menyerang anak-anak. Bisa terjadi kepada orang dewasa dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi.
TIDAK BISA DIREMEHKAN: Penyakit Campak tidak hanya menyerang anak-anak. Bisa terjadi kepada orang dewasa dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi.

 

KEPANJEN – Dalam kurun empat bulan, yakni Januari-April lalu, tercatat 57 orang positif campak. Mayoritas anak-anak yang berusia kurang dari lima tahun. Di samping itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengidentifikasi 236 suspek kasus campak. Sebagian besar penderita penyakit campak belum menerima imunisasi lengkap.

”Dari jumlah tersebut, ada 57 orang yang positif campak. Mereka didominasi anak usia kurang dari 5 tahun,” ujar Administrator Kesehatan Ahli Madya Dinkes Kabupaten Malang Suyatno kemarin (19/5). Kasus campak mayoritas di Kecamatan Gondanglegi.

Dia menjelaskan, campak ditandai dengan demam tinggi yang bisa mencapai lebih dari 38-40 derajat Celsius, batuk dan pilek, mata merah (konjungtivitis), serta mata tampak merah berair sekaligus sensitif terhadap cahaya. Selain itu, dia melanjutkan, juga ada bercak putih di mulut atau bercak koplik.

Biasanya muncul di bagian dalam pipi beberapa hari sebelum ruam. Ada juga ruam merah di kulit (mulai dari wajah, belakang telinga, lalu menyebar ke leher, badan, tangan, hingga kaki. Ruam biasanya muncul 3-5 hari setelah demam.

“Campak dapat menyebabkan komplikasi. Utamanya pada bayi dan anak. Komplikasinya seperti diare, radang paru-paru (pneumonia), infeksi telinga, kejang demam, hingga radang otak,” kata Yatno.

Penanganan campak umumnya bersifat dukungan kepada pasien. Campak dapat sembuh dalam beberapa hari tanpa pengobatan. Namun untuk membantu meredakan gejala, penderita sebaiknya banyak minum air putih. Sedangkan bagi bayi, sebaiknya konsumsi ASI yang cukup serta beristirahat.

“Penyakit tersebut karena virus, sehingga fokus utamanya lebih menjaga kondisi tubuh dan mencegah komplikasi,” imbuhnya.

Pihaknya tetap berupaya menekan penambahan kasus campak. Di antaranya melalui imunisasi campak atau MR. Per April 2026, capaiannya sudah 22,8 persen. Dari target 87.279 anak, sudah terealisasi 19.899 anak. Sedangkan target pada bulan tersebut seharusnya 31,6 persen atau 27.580 anak. Sehingga target imunisasi masih belum tersebut.

Selain dengan imunisasi, campak dapat dicegah dengan cuci tangan rutin, menggunakan masker saat sakit, memperhatikan etika batuk dan bersin, serta menghindari kontak dengan penderita campak. Selain itu, dianjurkan melakukan isolasi penderita sementara, menjaga ventilasi rumah, serta memenuhi gizi dan vitamin.

“Karena campak sangat mudah menular, kombinasi antara imunisasi dan perilaku hidup bersih sehat merupakan cara pencegahan paling efektif,” pungkasnya. (yun/dan).

 

Editor : Mahmudan
#kesehatan malang #Campak Malang #malang hari ini