RADAR MALANG – Gonore dikenal sebagai penyakit kencing nanah dan merupakan infeksi bakteri melalui hubungan seksual. Meski kondisi ini tidak memandang jenis kelamin tertentu, pria lebih sering terkena penyakit gonore.
Melansir dari laman resmi Kemenkes, gonore disebabkan oleh infeksi kuman yang bernama neisseria gonorrhoeae. Gonore merupakan penyakit yang menular melalui hubungan seksual tidak aman, baik dengan mulut, kelamin, maupun anus. Selain itu, gonore juga dapat menginfeksi mata dan tenggorokan.
Baca Juga: Waspada Pneumonia! Peradangan Paru-Paru yang Bisa Menyerang Semua Usia
Di sisi lain, ibu hamil yang menderita gonore dapat menularkan bakteri tersebut kepada bayinya saat proses persalinan.
Adapun gejala yang dialami oleh penderita gonore, yakni keluar cairan kental seperti nanah yang berwarna kuning atau kehijauan melalui kelamin laki-laki saat buang air kecil. Selain itu, frekuensi buang air kecil meningkat serta terasa nyeri saat buang air kecil dan berhubungan seksual.
Baca Juga: Mengenal Thalasemia, Penyakit Kelainan Genetik yang Picu Komplikasi Serius
Sedangkan pada wanita, gejala gonore yang muncul adalah terjadi keputihan yang tidak normal, gangguan pada siklus menstruasi, pembengkakan vulva, serta nyeri yang menjalar pada bagian perut bawah atau panggul. Sementara itu, pada bayi yang tertular gonore akan mengalami kebutaan.
Melansir dari Alodokter, terdapat beberapa risiko seseorang terkena gonore jika mempunyai kondisi sebagai berikut.
- Berusia di bawah 25 tahun.
- Tidak menggunakan kondom saat berbungan seksual.
- Kerap berganti pasangan seksual.
- Memiliki pasangan seksual yang menderita gonore atau penyakit menular seksual lainnya.
- Memiliki riwayat penyakit menular seksual.
- Tidak menjalani pemeriksaan kesehatan seksual secara rutin.
Gonore yang tidak diobati akan menyebabkan komplikasi berupa gangguan kesehatan reproduksi atau kesuburan. Dengan demikian, apabila Anda atau pasangan mengalami gejala gonore, sebaiknya segera periksakan ke dokter spesialis kulit dan kelamin untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Baca Juga: Jangan Diabaikan! Ini Penyebab dan Gejala Alzheimer pada Lansia
Editor : Aditya Novrian