Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Fenomena Bediding Kembali Terjadi di Malang Raya, Suhu Bisa Turun hingga 17 Derajat

Fasya Mumtahanah • Kamis, 11 Juni 2026 | 02:00 WIB
ILUSTRASI TANAMAN BEREMBUN: Suhu Turun hingga 17 Derajat Celcius saat Kemarau (Sumber: Pixabay).
ILUSTRASI TANAMAN BEREMBUN: Suhu Turun hingga 17 Derajat Celcius saat Kemarau (Sumber: Pixabay).

MALANG, RADAR MALANG – Memasuki musim kemarau, wilayah Malang Raya mulai merasakan kehadiran fenomena bediding. Dalam beberapa waktu terakhir, suhu udara terasa lebih dingin dari biasanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena itu akan berlangsung selama periode musim kemarau, yaitu dari Juni hingga September 2026.

Akibat minimnya tutupan awan saat kemarau, panas matahari yang terserap bumi di siang hari akan terlepas dengan mudah ketika malam hari. Hal itu yang menyebabkan suhu udara ketika malam hingga pagi hari terasa lebih dingin menusuk tulang.

Baca Juga: Bediding Melanda Malang Raya, Ini Penyebab Suhu Dini Hari Terasa Sangat Dingin

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Linda Fitrotul menyebut, suhu udara ketika memasuki dini hari di Malang Raya mengalami penurunan drastis mencapai 17 derajat Celcius.

Linda menyebut, suhu terendah terjadi dalam kurun waktu pukul 03.00 WIB hingga 06.00 WIB. Suhu akan mengalami kenaikan seiring bertambahnya siang.

"Berdasarkan pengamatan pada pukul 07.30 WIB, suhu saat pagi berada pada rata-rata 22– 25 derajat Celsius, kemudian pada siang dalam rentang pukul 12.00–14.00 WIB suhunya sekitar 27–29 derajat Celsius ketika bediding," jelasnya.

Baca Juga: 4 Dampak Fenomena Bediding Yang Perlu Diwaspadai Warga Malang

Bediding merupakan fenomena yang wajar terjadi ketika musim kemarau. Meski begitu, masyarakat tetap diimbau untuk melakukan antisipasi menjaga kondisi kesehatan tubuh dengan menggunakan pakaian hangat saat beraktivitas di malam dan pagi hari.

Kelompok-kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, hingga masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan, harus lebih waspada terhadap masalah kesehatan yang ditimbulkan.

Baca Juga: Bediding di Malang Raya, BMKG Ungkap Penyebab Udara Terasa Menggigit

Bediding dapat memicu infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan mempermudah penyebaran virus influenza dan rhinovirus, sehingga saluran napas rentan iritasi dan kering. Udara dingin yang masuk ke organ paru-paru juga dapat memicu radang.

Bediding juga memperbesar risiko asma kambuh karena penyempitan saluran nafas akibat suhu udara dingin, serta memperparah nyeri sendi dan rematik.

Editor : Aditya Novrian
#Kemarau #bediding #suhu dingin