KOTA MALANG, RADAR MALANG - Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Nurul Hayat Cabang Malang secara resmi membuka Griya Singgah Pasien (GSP) Nurul Hayat, Rabu (17/6).
Berlokasi di Jalan Bango No 48 Bunulrejo, Kecamatan Blimbing Kota Malang, fasilitas ini dihadirkan khusus untuk memberikan akomodasi dan tempat tinggal sementara secara gratis bagi pasien duafa. Khususnya bagi mereka yang berasal dari luar kota yang sedang menjalani pengobatan rawat jalan di rumah sakit rujukan di Kota Malang.
GSP ini merupakan jaringan kedua yang diresmikan oleh Nurul Hayat setelah kesuksesan program serupa di Kota Surabaya. Gerakan kemanusiaan ini pun dipastikan akan terus meluas. Di mana Nurul Hayat menjadwalkan peresmian GSP berikutnya di Kota Solo dan Kota Semarang.
Kehadiran GSP ini, dilatarbelakangi oleh banyaknya pasien luar daerah yang kesulitan membiayai akomodasi selama masa pengobatan jangka panjang. Terutama mereka yang menjalani terapi kanker atau cuci darah.
Selain fasilitas kamar yang layak, para pasien dan pendamping juga akan mendapatkan bantuan logistik berupa bahan makanan harian dan pendampingan spiritual secara cuma-cuma.
Kholaf Hibatullah, selaku Direktur LAZNAS Nurul Hayat, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata kepedulian umat dalam meretas hambatan akses kesehatan bagi masyarakat prasejahtera. "Banyak pasien duafa yang pengobatannya terancam terhenti bukan karena biaya rumah sakit - karena mereka sudah terbantu BPJS - melainkan karena tidak punya ongkos untuk tinggal di kota rujukan selama rawat jalan," ujarnya.
Karena itulah, Kholaf mengatakan, GSP ini didedikasikan sebagai rumah kedua yang hangat dan aman. "Kami pastikan tanpa biaya sepeser pun," jelasnya.
Langkah nyata Nurul Hayat ini mendapat sambutan hangat dan dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) strategis. Antara lain, di sektor kesehatan, ada RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA) yang diwakili oleh M. Syamsul Bakhri, S.Kep, ners M.Kep dan drg Indra Gunawan, M.Kes., QHIA., selaku Direktur RS Lavalette. Keduanya menyambut baik hadirnya GSP ini.
Sebagai bentuk komitmen nyata, kedua rumah sakit rujukan utama di Malang tersebut menyatakan siap bekerja sama terkait pemenuhan fasilitas dan rujukan pasien duafa.
Selain itu, hadir pula perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang Zainal Anwar SSy MH. Pria yang menjabat Kabid Zakat dan Wakaf ini mengaku bangga dengan inisiasi program ini. Pihaknya menyampaikan bahwa kehadiran GSP menjadi bukti konkret bahwa tata kelola dan kemanfaatan dana zakat kini semakin luas, adaptif, serta berdampak langsung pada pilar kesehatan umat.
Terakhir, ada pula perwakilan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang, yang dihadiri R. Syahrial Hamid SSos. Syahrial turut menegaskan dukungan penuh terhadap operasional GSP ini. Dinsos menurutnya siap bersinergi dan memberikan sokongan, khususnya pada aspek-aspek penanganan yang bersinggungan langsung dengan bidang sosial kemasyarakatan.
Saat ini, GSP Nurul Hayat Malang memiliki kapasitas 10 tempat tidur dan dilengkapi dengan fasilitas penunjang. Mulai dari ruang bersama, dapur, serta ambulans gratis untuk mengantar-jemput pasien ke rumah sakit.
Program ekosistem kesehatan ini juga menjadi kontribusi nyata lembaga dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia, khususnya pada pilar kehidupan sehat dan sejahtera. (bes)
Editor : A. Nugroho