MALANG, RADAR MALANG – Sebagian wilayah di Indonesia yang terletak di sisi selatan garis khatulistiwa mulai merasakan dingin yang menusuk tulang, terutama ketika malam hingga pagi hari. Wilayah-wilayah di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara mulai mengalami penurunan suhu secara signifikan karena sedang berada pada titik terjauhnya dari matahari selama periode pertengahan tahun.
Fenomena dingin yang menusuk-nusuk ketika malam dan pagi hari itu biasa dikenal dengan istilah bediding. Di Malang Raya, suhu dingin di beberapa daerah bisa mencapai belasan derajat. Fenomena tersebut merupakan hal yang lumrah ketika memasuki musim kemarau.
Baca Juga: Saat Bediding Menyergap Malang Raya, Udara Dingin Terasa hingga Siang Hari
Kondisi geografis Malang Raya dengan ketinggian lebih dari 400 meter di atas permukaan laut dan diapit oleh pegunungan semakin membuat udara dingin lebih menusuk. Ketika angin musim kemarau bertiup, udara yang dibawanya pun semakin menambah rasa dingin, bahkan di siang hari.
Karena biasa terjadi di pertengahan tahun antara Juni–September, fenomena bediding sering dikaitkan dengan musim kedatangan para mahasiswa baru (maba) yang merantau ke Malang Raya.
Meski merupakan fenomena tahunan setiap musim kemarau, cuaca dingin masih sering dikeluhkan warga Malang Raya. Di media sosial Instagram, beberapa unggahan terkait fenomena bediding mendapat komentar yang mengeluhkan hawa dingin menusuk tulang.
Baca Juga: Musim Bediding Tiba, Suhu di Malang Raya Turun Signifikan pada Dini Hari
“Owh pantesan tadi saya pas OTW ke Golden Tulip Holland Resort kok adem pol,” tulis akun @gung*****.
“Cuaca dingin yang membekas diingatan di mana saya dulu pertama kali masuk ospek kampus, pagi-pagi enggak mandi karena begitu dingin. Tiap Juni Juli pasti dingin, di Malang aja dingin apalagi Batu..” tulis akun @m_ha***.
“Bengi mbediding, awan panass. Siang 30° malamnya 17°. Bertahanlah tubuh,” tulis akun @clap*******.
“Auto pilek aku, pantesan uwadem,” tulis akun @ma_d****.
Baca Juga: Bediding Datang Lebih Awal, Suhu Malam hingga Pagi di Malang Raya Kian Menggigit
Masyarakat perlu berhati-hati dalam menghadapi bediding, terutama bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan riwayat penyakit pernapasan dan asma.
Bediding dapat memicu infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Cuaca dingin mempermudah penyebaran virus influenza dan rhinovirus, sehingga saluran napas rentan iritasi dan kering. Udara dingin yang masuk ke organ paru-paru dapat memicu radang dengan risiko lebih besar pada lansia dan anak-anak.
Editor : Aditya Novrian