MALANG, RADAR MALANG – Wadah makanan yang digunakan setiap hari ternyata bisa menjadi salah satu sumber paparan mikroplastik. Risiko ini meningkat ketika wadah digunakan untuk makanan panas, berminyak, atau asam sehingga material tertentu berpotensi melepaskan partikel mikroplastik maupun senyawa kimia ke dalam makanan.
Karena itu, ada beberapa jenis wadah yang sebaiknya mulai dibatasi penggunaannya, yakni:
1. Styrofoam
Terbuat dari polystyrene yang mengandung senyawa styrene. Saat digunakan untuk makanan panas, sebagian senyawa tersebut dapat berpindah ke makanan dan berpotensi menimbulkan risiko bagi kesehatan.
2. Plastik tipis atau kantong kresek
Tidak dirancang untuk membungkus makanan panas. Saat terkena suhu tinggi, materialnya lebih berpotensi melepaskan partikel mikroplastik.
3. Cup plastik
Umumnya digunakan untuk minuman, tetapi paparan suhu tinggi atau penggunaan berulang dapat memicu pelepasan partikel mikroplastik.
4. Kemasan kertas berlapis plastik
Meski terlihat berbahan kertas, paper bowl, bungkus burger, dan kemasan makanan cepat saji umumnya memiliki lapisan plastik tipis. Saat terkena panas atau minyak, lapisan tersebut berpotensi melepaskan partikel mikroplastik.
Baca Juga: Update MBG: Inilah Daftar Makanan yang Dilarang di Kabupaten Malang
Kabar baiknya, paparan tersebut bisa dikurangi dengan beralih ke wadah yang lebih aman untuk penggunaan sehari-hari, seperti:
1. Stainless steel
Wadah berbahan stainless steel food grade tidak mudah melepaskan zat berbahaya serta tidak mengubah rasa maupun aroma makanan. Material ini juga tahan terhadap korosi dari makanan yang bersifat asam, serta mudah dibersihkan untuk mencegah kontaminasi bakteri.
2. Kaca (glass container)
Wadah berbahan kaca lebih stabil terhadap suhu tinggi sehingga tidak mudah melepaskan zat berbahaya ke dalam makanan. Material ini juga tidak menyerap bau maupun noda, mudah dibersihkan, dan aman digunakan untuk memanaskan makanan di microwave.
3. Silikon food grade
Wadah berbahan silikon food grade bebas BPA dan dirancang aman untuk kontak langsung dengan makanan. Material ini tahan terhadap suhu tinggi maupun rendah, tidak mudah rusak, serta dapat digunakan berulang kali sehingga membantu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Meski terlihat sebagai perubahan kecil, mengganti wadah makanan dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu mengurangi paparan mikroplastik sekaligus mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan.
Editor : Aditya Novrian