Tim Pengabmas Skema PPDM Poltekkes Kemenkes Malang Jurusan Keperawatan Dorong Kolaborasi Cegah Stunting

A. Nugroho • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 09:07 WIB
KOLABORASI: Tim Pengabmas Skema PPDM Jurusan Keperawatan Poltekkes Malang Gelar Kolaborasi Interprofesional Kawal Kesehatan Remaja di Kelurahan Bareng. 
KOLABORASI: Tim Pengabmas Skema PPDM Jurusan Keperawatan Poltekkes Malang Gelar Kolaborasi Interprofesional Kawal Kesehatan Remaja di Kelurahan Bareng. 

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Dalam upaya memutus mata rantai stunting secara berkelanjutan, tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) skema Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) melakukan giat pengabdian bagi masyarakat Kelurahan Bareng. Kegiatan difokuskan pada kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR). Kegiatan pelatihan mengusung tema Kolaborasi Interprofesional dalam Mengawal Kesehatan Remaja di Kelurahan Bareng (Mengatasi Masalah Kesehatan & Pencegahan Lahirnya Generasi Stunting). 

Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari Willstar Taripar Hatigoran SSTP MAP selaku Kepala Kecamatan Klojen, dan Dr Kissa Bahari, SKep Ns MKep selaku Wakil Direktur II Poltekkes Kemenkes Malang. Pembukaan Kelas BKR ditandai dengan pemasangan atribut dan rompi peserta sebagai simbol dimulainya proses pelatihan dan pembinaan kader BKR. 

Pelatihan tahap pertama, tim pengabdi memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk pemantauan kesehatan remaja.

Dr Tri Anjaswarni SKp MKep (Profesi Perawat dan Ahli Kesehatan Masyarakat), sebagai ketua Tim Pengabdi Poltekkes Kemenkes Malang.
Penulis: Dr Tri Anjaswarni SKp MKep (Profesi Perawat dan Ahli Kesehatan Masyarakat), sebagai ketua Tim Pengabdi Poltekkes Kemenkes Malang.

Rangkaian kegiatan dilakukan di Kampus Poltekkes Kemenkes Malang karena kampus berfungsi sebagai laboratorium  untuk meningkatkan kompetensi, tidak hanya internal tetapi juga eksternal (masyarakat). Pelatihan diikuti 23 orang ibu-ibu perwakilan tiap RT yang tergabung dalam kelompok dan pengurus BKR khususnya RW 08 Kelurahan Bareng. Kegiatan pelatihan dilakukan secara interaktif dengan pemberian materi dari para profesional dan dilanjutkan dengan pembekalan keterampilan di laboratorium Keperawatan. 

Materi 1 oleh Dr Tri Anjaswarni SKp MKep (Profesi Perawat dan Ahli Kesehatan Masyarakat), sebagai ketua Tim Pengabdi Poltekkes Kemenkes Malang. Materi pertama penjelasan kurikulum pelatihan, peran BKR dalam mengawal kesehatan remaja dan pencegahan lahirnya generasi stunting. Pencegahan stunting tidak hanya berfokus pada ibu hamil atau balita, tetapi dimulai sejak masa remaja. Selanjutnya penjelasan pengorganisasian kerja dan tugas kader BKR agar mereka mampu menjalankan perannya secara optimal.

Materi 2 oleh Indah Alariani Dwihayati SKM (profesi Penyuluh KB / Promosi Kesehatan) dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB ) Kota Malang. Menjelaskan pencegahan pernikahan dini sebagai langkah penting dalam mempersiapkan generasi yang sehat mencegah risiko lahirnya generasi stunting. Orang tua memiliki peran besar dalam mendampingi remaja. 

Materi 3 oleh Sari Wulandari Amd Keb (Profesi Bidan PJ Posyandu ILP Puskesmas Bareng). Menjelaskan tentang kesehatan reproduksi dan seksualitas remaja, pentingnya konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri, tanda-tanda keputihan yang tidak normal. 

Materi 4 oleh Dr Dyah Widodo SKp MKes (Profesi Perawat Minat Kesehatan Jiwa, Ahli Kesehatan Masyarakat). Menjelaskan tentang risiko pergaulan bebas, penyalahgunaan NAPZA, serta penularan HIV/AIDS sebagai bagian dari TRIAD KRR. 

Materi 5 Kegiatan Praktik di Laboratorium Mini Hospital oleh tim Praktika terdiri dari profesi perawat Shabirina Awwaliyah, STrKep Ns dan Eko Sari Wahyuni SKep Ns MKep, ahli gizi Rani Nurmayanti SST MGizi dan mahasiswa Keperawatan Prodi Sarjana Terapan Keperawatan Malang. 

Keterampilan yang diberikan meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas (LILA), lingkar perut, perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT), pengukuran tekanan darah, pemeriksaan hemoglobin (Hb). Melalui kegiatan ini, kader BKR memperoleh pengalaman langsung menggunakan alat kesehatan. 

Setelah pelatihan terjadi peningkatan pengetahuan dan kemampuan kader BKR berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Pelatihan perdana ini menjadi awal dari rangkaian pembinaan kader BKR Kelurahan Bareng. Dengan kolaborasi lintas profesi, diharapkan kader BKR mampu mendampingi keluarga remaja, memperkuat peran keluarga, serta mendukung upaya pencegahan stunting melalui edukasi dan pendampingan berkelanjutan dan diharapkan dapat menjadi role model "Desa Mitra". (gp)

Editor : A. Nugroho
Stunting malang Bareng