MALANG KOTA, RADAR MALANG – Pemeriksaan kesehatan di tempat kerja menjadi salah satu cara untuk mengetahui kondisi kesehatan yang terkadang belum disadari. Dalam cek kesehatan yang digelar bersama Puskesmas Cisadea di kantor Jawa Pos Radar Malang, Jumat (25/9), ditemukan sejumlah peserta dengan kadar kolesterol dan gula darah tinggi.
Petugas pemeriksaan kesehatan Puskesmas Cisadea Rieswanti Sunning Kustiarini mengatakan, secara umum kondisi peserta yang menjalani pemeriksaan cukup baik. Namun, terdapat satu hingga dua orang yang hasil pemeriksaannya menunjukkan kadar kolesterol maupun gula darah tinggi.
“1-2 orang ada yang kolesterol tinggi dan ada yang gula darah tinggi,” ujarnya kemarin (25/9).
Pemeriksaan Tak Hanya Cek Gula Darah
Skrining dilakukan dengan sejumlah pemeriksaan dasar. Peserta menjalani pengukuran berat badan, lingkar perut, dan tekanan darah. Selain itu, petugas melakukan screening terhadap tuberkulosis (TBC), kulit, mata, telinga, dan gigi.
Baca Juga: Ingin Penuhi Target, Dinkes Malang Ubah Strategi Pelayanan Cek Kesehatan Gratis
Pemeriksaan laboratorium juga dilakukan untuk mengetahui kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat. Untuk pemeriksaan awal, petugas menggunakan alat Point of Care Testing (POCT).
Menurut Rieswanti, temuan gula darah tinggi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan, terutama pada orang yang sebelumnya jarang melakukan pemeriksaan kesehatan. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan pola makan dan kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula.
Hasil Tinggi Bisa Dilanjutkan ke Pemeriksaan
Peserta yang mendapatkan hasil gula darah, kolesterol, atau asam urat tinggi dapat melanjutkan pemeriksaan di puskesmas. Pemeriksaan lanjutan menggunakan sampel darah vena dengan alat otomatis.
Baca Juga: Dokter RSSA Sebut Kondisi Sosial Bisa Memperparah Pasien dengan Keluhan Kesehatan Mental
Sebelum pemeriksaan lanjutan, peserta perlu menjalani persiapan puasa selama 8–10 jam. Hasil pemeriksaan kemudian menjadi bahan bagi dokter untuk menentukan penanganan atau pemantauan selanjutnya.
“Untuk yang memerlukan pemeriksaan mendalam, pasti kita arahkan untuk penanganan lebih lanjut,” kata Rieswanti.
Dia menilai skrining kesehatan penting dilakukan secara berkala karena dapat menemukan kondisi kesehatan yang belum menimbulkan keluhan. Dengan deteksi lebih awal, kondisi yang ditemukan dapat segera ditindaklanjuti.
“Sebagai langkah antisipasi dan monitoring kondisi kesehatan,” jelasnya.
Rieswanti juga mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat, terutama dengan memperhatikan asupan makanan dan minuman. Kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman manis secara berlebihan perlu dikendalikan sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi kesehatan.
Meta description:
Tag:
Editor : Aditya Novrian