
KEPANJEN – Anda suka mengonsumsi makanan siap saji? Waspada lah. Sebab, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mengungkap maraknya makanan siap saji berformalin. Mulai tahu, ayam, ikan, bakso, hingga mi.
Temuan tersebut berasal dari pemeriksaan terhadap 1.050 sampel pangan olahan siap saji. Sampel lebih banyak menyasar makanan rumah tangga maupun tempat pengolahan pangan (TPP) sepanjang 2025 lalu.
Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Malang drg Imam Mashuda mengatakan, tiga sampel positif mengandung formalin ditemukan dari 315 sampel pangan olahan siap saji rumah tangga. Kemudian 10 sampel lainnya berasal dari 735 sampel yang diperiksa di TPP.
TPP tersebut mencakup restoran, warung, depot, jasaboga, hingga gerai makanan. Hasil pemeriksaan dihimpun berdasarkan laporan puskesmas.
“Angka tersebut merupakan hasil pelaporan puskesmas selama 2025,” ujar Imam.
Hasil pemeriksaan tahun sebelumnya berbeda. Sepanjang 2024, puskesmas menguji 1.170 sampel pangan dari TPP dan tidak menemukan sampel yang positif mengandung formalin. Pengujian pangan juga dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Kesehatan (Labkes) Dinkes Kabupaten Malang.
Staf laboratorium Luluk Indiriastuti menyebut, pemeriksaan mencakup sejumlah bahan pangan yang umum dikonsumsi masyarakat, seperti tahu, ayam, ikan, bakso, dan mi. Jika hasil pengujian menunjukkan adanya formalin, temuan diteruskan kepada bidang terkait di dinkes untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
“Hasil pemeriksaan yang menunjukkan adanya formalin dilaporkan kepada bidang terkait untuk penanganan lebih lanjut,” tuturnya.



