Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kota Batu Panen Sampah di Long Weekend, Tusuk Sempol Bikin Dongkol

Shuvia Rahma • Sabtu, 31 Oktober 2020 | 18:35 WIB
Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota batu sedang melakukan pembersihan wilayah. (Wildan Agta Affirdausy / Radar Malang)
Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota batu sedang melakukan pembersihan wilayah. (Wildan Agta Affirdausy / Radar Malang)
KOTA BATU – Lonjakan wisatawan berkat long weekend akhir–akhir ini berimbas pada jumlah sampah yang dihasilkan. Sampah meningkat dua kali lipat besarnya. Namun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengaku tidak akan menambah jumlah personil petugas kebersihan. Hanya jam kerjanya saja yang ditambah.

“Jumlah armada yang ada tetap sama. Tapi frekuensi pengerjaannya saja berbeda,” Kasi Pengelolahan Sampah Kota Batu, Bambang Harnowo.

Ia mengungkapkan, banyaknya wisatawan yang membawa efek baik dalam perekonomian. Juga bisa berdampak buruk, karena setiap pelancong pasti meninggalkan sampah bekas makanan dan lain–lain.

Selain armada kebersihan, DLH juga sudah meyiapkan beberapa unit armada kebersihan. “Kami memiliki 8 dumptruck, 8 amroll dan satu unit compactor. Diharapkan dengan adanya beberapa armada itu bisa membantu petugas kebersihan akan penjagaan taman maupun tempat wisata,” terang Kasi Pelayanan Kebersihan, Endang Ari.

Memang, masih banyak pengunjung yang belum sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan. Sampah yang dibuang tidak di tempatnya menjadi problem masa lalu yang tetap ada hingga kini. Tidak sulit untuk menemui pengunjung tidak taat aturan di tempat – tempat wisata yang ada. Contohnya seperti yang terlihat di alun–alun Kota Batu.

Sisa tusuk makanan khas Jawa Timur sempol, banyak dibuang sebarangan. “Bahkan ada yang ditata dan ditancapkan seperti pagar di taman. Sudah sering diingatkan tapi masih saja seperti itu,” ungkap Koordinator Kebersihan Alun–Alun Kota Batu, Muhammad Zulfikar Habibi.

Dengan peningkatan wisatawan yang drastis, dia mengaku sampah yang dihasilkan meningkat drastis pula. Di hari biasa sampah yang dihasilkan dalam sehari jumlahnya kurang lebih hanya mencapai setengah truk. Sedangkan belakangan ini, sejalan naiknya pengunjung sampah bisa terkumpul satu truk lebih dalam satu hari.

Jam kerja pun ditambah untuk menanggulangi jumlah armada yang kualahan akan meluapnya jumlah sampah. “Kalau biasanya cuma kerja sehari dua kali, pagi dan sore. Sekarang kami bantu shift malam juga, kasian teman – teman kalau tidak ada yang membantu,” katanya.

Sekarang jumlah petugas kebersihan taman di Kota Batu berjumlah kurang lebih 50 orang. Terbagi merata di seluruh kota. Alun – alun sendiri memiliki sembilan personil. Empat orang untuk shift pagi dan 5 orang shift malam. Pengunjung yang membludak di akhir pekan dan hari libur membuat mereka kerja satu hari penuh.

Ia berharap ke depan, pelancong bisa lebih peduli akan kebersihan lingkungan. Petugas sudah mengingatkan dan banner imbauan agar tetap bersama menjaga kebersihan sudah terpasang. Namun, jika per individu tidak sadar akan hal itu akan percuma saja.

“Kita harus menjaga dan merawat lingkungan bersama – sama. Apalagi dengan kondisi rawan seperti ini kebersihan sangat penting. Semoga seluruh masyarakat bisa sadar akan hal itu,” harapnya.



Pewarta : Wildan Agta Affirdausy Editor : Shuvia Rahma
#Kota Batu #sampah kota batu #WIL #long weekend #dlh kota batu #RMOC