Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Musim Durian Telah Tiba, Pedagang Belum Bisa Nikmati Untungnya

Ahmad Yani • Kamis, 7 Januari 2021 | 17:24 WIB
Sahmo Farudin, pedagang durian yang mangkal di Kelurahan Temas, Kecamatan Batu. (Wildan Agta Affirdausy/Radar Malang)
Sahmo Farudin, pedagang durian yang mangkal di Kelurahan Temas, Kecamatan Batu. (Wildan Agta Affirdausy/Radar Malang)
KOTA BATU – Para pecinta buah durian tentu menunggu saat buah ajib ini mulai memasuki musim panen. Itu terlihat dari hadirnya para pedagang yang menjajakan buah beraroma harum dan tajam ini. Namun harganya yang masih relatif mahal dan situasi pandemi membuat pedagang durian belum bisa menikmati untung lumayan.

“Pelanggan masih sepi karena situasi pandemi Covid-19. Kalau pas situasi normal dan musim liburan bisa jadi panen buat kami. Tapi tahun ini masih jauh sekali,” terang pedagang durian Sahmo Farudin yang mangkal di Kelurahan Temas, Kecamatan Batu. Rata-rata tiap harinya dia hanya mendapatkan 5 pembeli saja.

Jumlah tersebut jauh jika dibandingkan sebelum pandemi yang bisa mencapai seratus pembeli per-harinya. Dengan permintaan rendah, ia mengaku sering menyisakan buah yang tidak laku dijual. “Biasanya saya jual untuk pembuat selai atau olahan lain. Kan kulitnya aja yang agak layu, tapi buahnya masih bagus” paparnya.

Cuaca ekstrem belakangan ini juga menjadi masalah. Buah durian yang tidak tahan akan kadar air tinggi menjadi alasannya. “Dia jadi ada bercak hitam-hitamnya. Kulit buah juga mudah retak karena terlalu banyak menyerap air,” katanya.

Sementara itu, harga buah dengan aroma menyengat ini di pasaran cendrung stabil. Satu buahnya dibanderol dengan harga Rp 50 hingga Rp 250 ribu tergantung ukuran dan jenisnya. ”Saya berharap ke depannya pengunjung bisa bebas masuk tidak seperti sekarang. Kondisi juga kembali normal seperti sebelum pandemi,” harapnya.

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy

Editor : Ahmad Yani
#buah sultan #Kota Batu #musim durian #JPRM #WIL #Pandemi Covid-19 #RMC #Wildan #Kota Malang