Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Arief As Siddiq. Dia mengatakan renovasi dilakukan selama dua bulan. Dikerjakan dari Oktober hingga akhir tahun 2020 lalu.
"Kami ingin memberikan kenyamanan kepada para seniman saat menampilkan suatu pertunjukan supaya wisatawan bisa menikmati," katanya saat ditemui beberapa waktu yang lalu.
Arief mengungkapkan, ada beberapa renovasi yang dilakukan. Seperti penggantian rumput, pengecatan ulang hingga penambahan lampu penerangan. "Sebelumnya tampilannya kurang menarik, karena rumput-rumputnya banyak yang sudah tidak hijau, lalu itu kami ganti," katanya.
Panggung Sendratari tersebut dibangun pada tahun 2015 lalu dengan luas bangunan outdoor sekitar 2.700 m2 dan dapat menampung penonton sekitar 1000 orang. Arief mengatakan, kedepannya akan direncanakan program paket wisata tontonan kesenian tradisional.
"Jadi konsepnya bisa bekerjasama dengan pelaku travel wisata yang membawa tamu-tamu dari luar kota nanti diarahkan untuk menonton kesenian tradisional Jawa Timur di Panggung Sendratari ini," katanya. Rencananya, akan ada pertunjukan kesenian sebanyak dua kali dalam seminggu.
Pihaknya bakal siap memfasilitasi kebutuhan seperti sound system, pencahayaan dan penerapan protokol kesehatan Covid-19 (hand sanitizer, tempat cuci tangan, dll).
Rencana Dinas Pariwisata tersebut disambut baik oleh anggota DPRD Kota Batu Didik Subiyanto. Dia mengatakan, adanya rencana tersebut merupakan langkah yang baik dilakukan Disparta Kota Batu.
"Iya harus itu dilakukan, karena selama pandemi para seniman sepi job dengan begitu jika itu terlaksana bisa membangkitkan pelaku seni di Kota Batu," kata pria yang juga warga Kelurahan Sisir itu.
Dia mengungkapkan di Kota Batu terdapat beragam pelaku kesenian tradisional. Salah satunya seperti jaran kepang dan bantengan yang mendapatkan sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Kemendikbud pada tahun 2020 lalu.
"Tentu Disparta juga harus siap menyupport anggaran untuk pelaksanaannya, lalu juga penerapan protokol kesehatan Covid-19," kata politikus PKB itu.
Pewarta : Nugraha Perdana
Foto : Nugraha Perdana Editor : Shuvia Rahma