Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bidik Pasar Internasional, Disparta Gelar Kompetisi Desain Batik

Shuvia Rahma • Sabtu, 20 Maret 2021 | 05:18 WIB
Workshop membatik di Kota Batu (ist)
Workshop membatik di Kota Batu (ist)
KOTA BATU - Dinas Pariwisata Kota Batu menginisiasi kompetisi desain batik khas Kota Batu. Event yang diikuti 105 peserta ini untuk menggali karakteristik corak batik khas Kota Batu pada Rabu (17/3) lalu. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan workshop membatik pada Kamis (18/3).

Kepala Disparta Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan ada visi yang diusung untuk mengembangkan ekonomi kreatif melalui batik, yang notabene memiliki nilai kultural dan filosofis sebagai wastra Nusantra.

"Jiwa seni masyarakat Kota Batu ini saya rasa bagus sekali. Dengan adanya kompetisi ini saya yakin akan bisa memunculkan batik khas Kota Batu yang berkualitas," katanya.

Sebagai suatu kreasi seni, diharapkan batik khas Kota Batu menjadi ikon wisata baru di Kota Batu. Selain itu motif batik bisa diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya seperti pemakaian seragam dinas ataupun sekolah yang mengangkat corak batik khas Kota Batu.

"Jadi jangan sampai kalah bersaing dengan daerah-daerah penghasil batik seperti Yogya ataupun Pekalongan. Motif yang ditonjolkan harus berhubungan dengan kearifan lokal Kota Batu," katanya.

Arief mengatakan Kota Batu memiliki banyak ikon yang bisa dijadikan corak batik yang khas. Seperti apel, bantengan, jaranan, sayur, pegunungan, Alun-Alun Kota Batu, Balai Kota Among Tani Batu, dan masih banyak lagi. Motif batik pun bisa diaplikasikan dalam produk turunan seperti masker, sprei, souvenir. Tak hanya terpaku pada busana.

"Saya rasa setiap desa memiliki khasnya sendiri-sendiri. Potensi ini bisa dijadikan corak khas tiap desa," katanya.

Ketika setiap desa sudah memiliki corak batik khasnya sendiri, ia yakin batik di Kota Batu bisa sekuat oleh-oleh Kaos Joger. Ia berjanji akan memfasilitasi pengembangan batik di Kota Batu. Apalagi sebagai kota wisata, seni batik menjadi bagian dari penguatan ekonomi kreatif yang memiliki daya pikat bagi wisatawan.

"Kita bisa mengadakan pameran, kita sudah siap semuanya. Tempat dan seluruh teknis pamerannya kami yang memfasilitasi," katanya.

Arief menjelaskan, kegiatan hasil kolaborasi antara Dinas Pariwisata dan Kadin Kota Batu untuk menggali dan mengembangkan seni batik. yang diharapkan mampu menembus dunia internasional.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kota Batu, Endro Wahyu Wijoyono mengatakan pasar batik di Kota Batu masih dikuasai batik dari luar. Seperti dari Pekalongan, Madura, Solo hingga Yogyakarta. "Melalui kolaborasi pelaku seni dan budayawan Kota Batu bisa menciptakan alat komunikasi yang luar biasa. Terutama batik, ini bisa menarik potensi kearifan lokal Kota Batu," katanya.

Ia mengapresiasi program Disparta ini, ia merasa gagasan ini adalah langkah yang luar biasa. Batik, menurut dia adalah warisan luhur dari nenek moyang nusantara. "Pegiat batik Kota Batu harus mempunyai semangat untuk memajukan batik di Kota Batu. Supaya kita tidak kalah dengan daerah lain," katanya.

Budayawan asal Kota Batu, Didik Sumintardjo menambahkan, perlu dibangun brand culture yang diinterpretasikan melalui motif dan corak batik Kota Batu. Sehingga ada identitas dan kebanggaan yang melekat kuat ketika memakai produk batik khas Kota Batu.

"Kalau itu jadi komitmen bersama, saya yakin bisa memunculkan identitas dan kebanggan. Misalnya motif kentang dari Sumber Brantas, motif lereng gunung dari Oro-oro Ombo. Simbol ini harus bisa menjadi pesan yang dinarasikan," katanya.


Pewarta: Kholid Amrullah Editor : Shuvia Rahma
#batik kota batu #wisata batu #Disparta Kota Batu